Ketik disini

Politika

Fery Kurnia : KPU Bukan Tempat Nyambi

Bagikan

MATARAM – Anggota KPU RI Fery Kurnia Rizkiyansyah mendorong seluruh anggota KPU di NTB lebih fokus dalam menjalankan tugas. Terutama terkait pemutakhiran data pemilih menjelang pelaksanaan pemilu baik pilkada serentak, pemilu legislatif, dan pemilu presiden.

a�?Jangan jadikan KPU ini tempat nyambi atau hanya menyalurkan hobi karena kita sudah terikat peraturan,a�? kata Fery Kurnia di Mataram kemarin.

Fery berbicara dalam rapat koordinasi pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan semester I/2016 di Kantor KPU NTB. Rapat dihadiri sejumlah utusan dari KPU kabupaten/kota di NTB.

Sejumlah persoalan dibahas dalam rapat tersebut diantaranya menyangkut sistem data pemilih, sistem informasi partai politik, dan informasi mengenai kepemiluan.

Dalam kesempatan itu dia mengapresiasi KPU NTB yang meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional. Dia berharap tidak hanya KPU NTB, seluruh KPU kabupaten/kota juga mengikuti jejak KPU NTB.

Salah satu yang disorot mengenai pentingnya memahamiA� sistem data pemilih di tingkat kabupaten/kota.

a�?Maka itu penting untuk berkoordinasi dengan Dukcapil di masing-masing kabupaten/kota. Kami berharap waktu 1,5 tahun harus dimanfaatkan untuk menyiapkan diri menghadapi pemilu,a�? papar dia.

Tidak hanya itu, dia meminta KPU NTB selalu melakukan supervisi dan monitoring ke KPU kabupaten/kota dan hasilnya dilaporkan secara berkala.

Pihaknya akan menyiapkan penghargaan dan hukuman bagi KPU. Pemecatan akan mengintai komisioner KPU yang melanggar peraturan atau melanggar kode etik.

Lagipula, menurut Fery KPU sudah memiliki nilai dasar organisasi yakni integritas, mandiri, dan profesional. Menurut dia, ketiga poin penting nilai dasar organisasi tersebut senantiasa diinternalisasikan ke seluruh jajaran KPU.

a�?Diharapkan nantinya akan berpengaruh signifikan terhadap kualitas SDM di lingkup KPU,a�? papar dia.

Terkait penerapan sistem informasi itu, pihaknya juga mendorong perlunya merekrut tenaga operator yang profesional di bidangnya.

Artinya, KPU menginginkan seluruh sumber daya manusia di KPU benar-benar profesional sehingga berbeda dari organisasi lainnya.

Kesempatan itu digunakan untuk menyerap berbagai persoalan dari seluruh KPU kabupaten/kota di NTB.

Salah satunya dipaparkan oleh Divisi Tekhnis KPU Lombok Tengah Syamsuri. Dia memaparkan bagaimana kendala banyaknya pemilih yang bekerja sebagai tenaga kerja di luar negeri.

a�?Sedangkan mereka pada saat-saat tertentu berada di daerahnya terutama saat pemilu. Ini berdampak pada pemutakhiran data,a�? papar dia.

Tidak hanya Syamsuri, komisioner KPU Bima Zuriati juga memaparkan tentang banyaknya pemilih yang memiliki nama yang sama.

Dia mengusulkan bagaimana nantinya ada pola penomoran terhadap daftar pemilih yang memiliki nama yang sama tersebut.

Begitu juga dengan KTP ganda yang hingga saat ini masih ditemukan di tengah masyarakat. Dia menyontohkan bagaimana masyarakat yang berdomisili di Kota Bima namun memiliki KTP Kabupaten Bima.

a�?Hal seperti ini yang pelu mendapat perhatian sehingga dikemudian hari tidak menimbulkan persoalan,a�? papar dia.

Terkait dengan itu, Fery menegaskan semua pihak harus sering berkoordinasi dan berbagi informasi. KPU diharapkan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terutama menyangkut daftar pemilih. (tan/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *