Ketik disini

Metropolis

Jokowi Akan Turun ke Jeranjang

Bagikan

MATARAM – Presiden RI Joko Widodo kembali dijadwalkan menginjakkan kaki ke Lombok, akhir pekan ini. Kehadiran Jokowi untuk melakukan ground breaking pembangunan Mobile Power Plant berkapasitas 2×25 MW di PLTU Jeranjang.

a�?Iya kita terima informasinya, pak presiden akan datang,a�? kata juru bicara PT PLN Wilayah NTB Fitriah Adriana kepada Lombok Post, kemarin (8/6).

Ground breaking sendiri dijadwalkan akan dilakukan pada Sabtu (11/6) mendatang. Namun, informasi dari Pemprov sendiri, Jokowi sudah tiba di NTB sejak Jumat.

a�?Kita masih akan melakukan rapat persiapan dengan Pemprov NTB juga terkait kepastian rencana kedatangan presiden ini,a�? lanjut Fitriah.

Dijelaskan, pembangunanA� Mobile Power Plant sendiri merupakan upaya peningkatan daya listrik. Ini adalah bagian dari program tambahan daya listrik 30.000 MW di seluruh Indonesia yang dicanangkan sendiri oleh presiden.

Pembangkit tambahan ini diharapkan bisa menunjang ketersediaan daya listrik di NTB, khususnya begitu memasuki perhelatan MTQ tingkat Nasional mendatang. Diberitakan sebelumnya, saat ini, surplus listrik di NTB masih sangat minim.

Daya yang tersedia sebesar hanya 215,6 MW. Sementara, beban puncak terakhir mencapai sekitar 211,6 MW. Sehingga, hanya ada suprlus 4 MW.

Asisten II Setda NTB Lalu Gita Aryadi membenarkan rencana kedatangan Presiden ke PLTU Jeranjang tersebut. Pemprov berharap, di luar agenda seremonial itu, Jokowi juga bisa sekaligus meninjau perkembangan PLTU Jeranjang.

a�?Kita berharap, dari kunjungan Presiden ke PLTU Jeranjang ini juga bisa mendorong penuntasan seluruh unit di pembangkit tersebut,a�? kata Gita.

Seperti diketahui, hingga kini, unit II PLTU PLTU Jeranjang belum juga terselesaikan karena terkendala modal.

PT Brata Indonesia selaku kontraktor memang mengakui bahwa pihaknya mengalami keterbatasan kemampuan pendanaan untuk menyelesaikan unit II.

Pasalnya, khusus untuk membiayai PLTU NTB, PT Brata Indonesia mengklaim sudah mengalami kerugian sebesar Rp 95 miliar.

Ini disebabkan terjadinya pemindahan lokasi pembangunan PLTU ke Jeranjang, di luar rencana awal.

Sehingga, untuk menuntaskan pembangunan unit II itu, butuh suntikan anggaran dari pusat. Namun, untuk mendapatkan tambahan anggaran itu, PLN masih menunggu hasil audit kompherensif oleh pemerintah pusat.

a�?Semoga nanti presiden juga bisa memberikan instruksi kepada otoritas terkait untuk percepatan penyelesaian Unit II itu,a�? kata Gita. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *