Ketik disini

Headline Metropolis

Pasien Dianggurin Berjam-jam

Bagikan

MATARAM – Ombudsman Kantor Perwakilan NTB merilis temuan rendahnya disiplin para dokter di RSUP NTB. Para dokter di sana nyaris tidak pernah bisa melayani pasien tepat waktu.

Menjadikan pasien terpaksa menunggu dokter rata-rata dua hingga tiga jam. Repotnya, hal begini hampir terjadi tiap hari.

Temuan itu didapat Ombudsman NTB setelah menggelar investigasi dan pemantauan intensif enam bulan terakhir, menindaklanjuti laporan masyarakat.

a�?Dari sisi layanan, membiarkan pasien menunggu dua hingga tiga jam ini adalah angka yang sangat serius,a�? kata Kepala Ombudsman Perwakilan NTB Adhar Hakim, kemarin (8/6).

Dia mengatakan, saat ini, RSUP NTB memiliki 14 layanan poli yang selalu diserbu pasien tiap hari. Sepanjang 2015, tak kurang dari 91.007 pasien datang mengakses layanan kesehatan di poli.

Jumlah ini kata Adhar diluar 70.530 pasien non rujukan pada tahun yang sama. Sehingga, rata-rata RSUP NTB melayani 312 pasien tiap hari.

Jumlah dokter di RSUP NTB memang kata Adhar belum memadai. Saat ini tercatat 91 orang yang bertugas dalam 16 departemen berbeda mulai dari komite medik hingga departeman umum, selain departemen spesialis.

a�?Tapi jumlah dokter yang tidak ideal bukan menjadi alasan untuk mengabaikan pelayanan,a�? tandas Adhar.

Para dokter ini kata mantan jurnalis ini harusnya terikat pada aturan disiplin pegawai Pemprov NTB yang diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 25/2014.

Pergub ini mewajibkan setiap PNS tak kecuali dokter masuk kantor pukul 07.30 Wita hingga pukul 16.00 Wita.

Merujuk Pergub ini, Standar Pelayanan Minimal yang berlaku di RSUP NTB, para dokter diwajibkan sudah melakukan pelayanan di poli pada pukul 08.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita atau saat jumlah pengunjung habis.

a�?Kenyataannya, dokter baru hadir dua hingga tiga jam dari seharusnya,a�? tandas Adhar.

Ombudsman kemudian membeberkan hasil rekapitulasi absesnsi 91 dokter di RSUP NTB pada jam kerja. Mengejutkan. Lantaran 73 persen dari 91 dokter RSUP NTB itu tidak disiplin mengisi absensi.

a�?Artinya hanya 27 persen saja yang disiplin mengisi absensi,a�? ungkap Adhar.

Sejauh ini, alasan yang disampaikan atas keterlambatan pelayanan selain jumlah dokter yang belum ideal, karena para dokter banyak melakukan visitasi pada pasien rawat inap.

Namun, kata Adhar, alasan itu tak cukup memadai untuk dijadikan alasan terlambat memberi pelayanan pasien di poli.

Adhar memastikan, rendahnya tingkat kepatuhan pelayanan di RSUP NTB ini akibat lemahnya perngawasan internal pada RSUP NTB.

Termasuk pengawasan oleh atasan langsung. Itu sebabnya, Ombudsman mendesak agar Direktur RSUP NTB definitif segera ditetapkan.

Diluar itu, ada pula posisi ewuh pakewuh. Mengingat banyak dokter yang bertugas di RSUP NTB kini adalah dokter senior. Sementara mereka yang duduk di jajaran manajemen adalah para dokter yang relatif lebih muda.

Adhar menekankan, sejauh ini memang sudah ada upaya manajemen untuk mengatasi persoalan disiplin rendah tersebut. Namun, masih sebatas surat edaran semata. Sehingga tak begitu memadai.

Hal lain yang ditemukan Ombudsman adalah layanan lambat di loket BPJS. Namun, keterlambatan tersebut kerap disebabkan jaringan server BPJS yang lelet.

Sayangnya, jaringan itu dikelola langsung BPJS Kesehatan. Sehingga tidak berada di dalam kewenangan manajemen RSUP NTB.

Terkait hal ini, Ombudsman menyarankan agar manajemen RSUP NTB memperkuat koordinasi dengan pohak BPJS dan pemangku kepentingan terkait. Sebab kalau tidak, pasien tahunya yang lelet hanya pelayanan rumah sakit. (kus/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *