Ketik disini

Headline Metropolis

Pemprov Hanya Bisa Berbuat

Bagikan

MATARAM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terkesan kurang koordinasi dalam melakukan penertiban asetnya yang berada di Gili Air, Kabupaten Lombok Utara (KLU) beberapa waktu lalu.

Terbukti, usai dibongkar, sisa penertiban itu ditinggalkan begitu saja. Belum ada kejelasan upaya membersihkan tumpukan material hasil pembongkaran tersebut.

a�?Masalahnya, Pol PP hanya ditugasi membongkar saja,a�? jelas Kasat Pol PP NTB Lalu Dirjaharta, kemarin (8/6).

Sebelumnya, Komisi II DPRD Lombok Utara meminta Pemprov NTB tidak lepas tangan. Pasalnya, sisa pembongkaran itu kini menganggu keindahan Gili Air karena tak kunjung dibersihkan.

Material yang menumpuk sembarangan jelas dikeluhkan oleh wisatawan yang berlibur di destinasi wisata tersebut.

Terkait ini, Dirjaharta menyebut Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB yang memiliki tanggung jawab membersihkan hasil penertiban tersebut. Pasalnya, aset itu kini dikelola oleh BPKAD.

Menurutnya, BPKAD juga semestinya koordinasi pula dengan Pemda KLU terkait pembersihan sisa meterial hasil penertiban itu.

Termasuk terkait mekanisme pembersihannya, apakah material sisa bongkaran akan dikubur atau diangkut ke luar gili.

a�?Kita bisa saja melakukan pembersihan lagi, tapi kan harus ada koordinasi dari BPKAD dulu. Mereka yang punya tanggung jawab,a�? tegasnya.

Pol PP sendiri menyadari bahwa menumpuknya material sisa pembongkaran di Gili Air itu kini menjadi keluhan wisatawan. a�?Ya nanti coba kita komunikasikan lagi dengan BPKAD seperti apa selanjutnya,a�? kata Dirjaharta.

Dijelaskan, penertiban di Gili Air itu setidaknya menyasar 15 bangunan kios kecil dan tiga bangunan besar. Semuanya dibongkar tetapi materialnya memang masih berada di sana.

Pemda KLU sendiri memberi tenggat kepada Pemprov NTB untuk membersihkan material bongkaran itu sebelumA� high season tiba. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *