Ketik disini

Giri Menang

Pendatang Tetap Kerja, Lokal Pilih Cuti

Bagikan

Tidak semua pekerja hiburan malam memilih masuk. Ada yang tetap bekerja untuk bisa membawa uang lebih saat lebaran nanti. Sebagian lainnya, memilih untuk mengambil cuti selama Ramadan.

***

BULAN Ramadan bukan halangan untuk bekerja. Kalimat itu rupanya memotivasi para pekerja hiburan malam. Sebagian dari mereka tetap memilih masuk.

Namun, ada pula pekerja yang mengambil cuti. Misalkan, seorang penari longstrip sebuah kafe di kawasan wisata Senggigi. Sebut saja namanya, Dini.

Selama ini ia menghabiskan waktu menjadi penari. Pakaian seksi kerap menemani tubuhnya. Goyangan aduhainya membuat para pengunjung tergoda.

Tapi, di bulan Ramadan ini, Dini memilih libur. Warga Gunungsari ini mengambil cuti selama sebulan penuh. Ia ingin menghindar sejenak dari aroma dunia malam.

a�?Ketika masuk puasa. Sudah ambil cuti,a�? kata Dini.

Ia menuturkan, libur ini sengaja diambil untuk menjalani malam-malam puasa bersama anaknya. Selama ini, dia kerap meninggalkan anaknya semalam suntuk.

a�?Saya tidak ingin anak saya kesepian di bulan puasa. Saya ingin dia sahur bersama saya,a�? ceritanya.

Dini mengaku, dirinya sudah lama bergelut di dunia malam. Tapi, dirinya hanya sekedar menjadi penari longstrip di hall kafe. Ia tidak bekerja ganda, seperti rekannya yang memilih menjadi partner song (PS).

a�?Saya cukup digaji dari menari. Saya tidak pernah jadi PS,a�? aku dia.

Gajinya terbilang mencukupi. Meski tidak besar, namun pendapatannya bisa memenuhi kebutuhannya sebulan. Disamping itu, dirinya mendapat saweran dari pengunjung.

a�?Selain gaji dari perusahaan, kami dapat saweran juga dari pengunjung,a�? beber dia.

Dini mengaku, beberapa rekannya tetap memilih masuk. Terutama mereka yang berasal dari luar NTB. Mereka biasanya berhenti bekerja seminggu sebelum lebaran.

a�?Ada juga teman dari sini (NTB), tapi kebanyakan pendatang yang memilih kerja,a�? pungkasnya.

Berbeda dengan Dini, Reni perempuan asal Jawa Barat ini yang bekerja sebagai Partner songA� (PS) tetap masuk. Malam-malamnya dihabiskan untuk mendampingi pengunjung lelaki.

a�?Saya tidak ambil libur, karena mau mudik nanti,a�? aku dia.

Selama Ramadan ini, tiap hari dirinya masuk bekerja. Ia berangkat dari tempat kos dan mulai masuk kerja usai tarawih hingga tengah malam.

a�?Ini tuntutan ekonomi. Saya harus kerja, apalagi saya punya tanggungan,a�? kata janda satu anak ini.

Ia menceritakan, sebelum lebaran tiba, dirinya harus mengumpulkan uang untuk biaya mudik. Untuk itu, dia memilih bekerja dan tidak ambil cuti seperti pekerja lainnya.

a�?Kalau saya libur, saya tidak digaji,a�? jelasnya.

Gaji Reni dihitung berdasarkan jumlah menemani tamu. Semakin banyak tamu yang meminta dirinya mendampingi bernyanyi, gajinya ikut membengkak naik.

a�?Saya dihitung Rp 80 ribu per satu jam menemani tamu,a�? ujar dia. (Wahidi Akbar S./Giri Menang/bersambung/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *