Ketik disini

Bima - Dompu

Petani Tuding Bulog Cuci Tangan

Bagikan

KOTA BIMA – Aksi protes penyetopan pengiriman bawang merah berlanjut. Kemarin malam (8/6), para petani membawa 50 ton bawang merah di Kantor Bulog Sub Divre II Bima.

Para petani enggan membawa pulang bawang mereka sampai ada keputusan. Untuk itu, mereka membiarkan bawang yang dibawa menggunakan truk dan pickup itu bermalam di Kantor Bulog.

Pantauan di lapangan, tujuh unit truk dan tiga unit mobil pickup yang mengangkut bawang tersebut masih terparkir di Halaman Kantor Bulog.

Mereka masih setia berada di halaman kantor tersebut. Karena, mereka belum mendapat kepastian dari pihak Bulog terkait pembayaran sisa kuota 272 ton bawang merah.

Salah seorang petani bawang Marwan menjelaskan, dirinya dan kelompok tani tidak akan beranjak dari Kantor Bulog sampai Kepala Bulog Sub Divre II Bima memberi kepastian. Sebab, bawang yang mereka kumpulkan sudah membusuk.

a�?Bawang kami sudah rusak. Sementara bulog belum memberikan kepastian,a�? ujarnya, kemarin(8/6).

Hal senada juga disampaikan oleh Jumhar. Ia mengaku kecewa dengan sikap bulog yang dianggap cuci tangan terkait persoalan ini.

Menurutnya, Bulog harus bertanggungjawab karena bawang dikumpulkan berdasarkan instruksi dari mereka.

a�?Mengumpulkan bawang ini bukan keinginan kami. Tapi Bulog yang minta,a�? tegasnya.

Informasinya, siang kemarin Dirjen Pertanian akan hadir ke Bima guna mencari solusi atas persoalan tersebut. Karena yang memiliki program pembelian bawang adalah Dinas Pertanian. Sementara, Bulog hanya melakukan pembayaran.

Namun hingga sore kemarin(8/6), Dirjen Pertanian tak kunjung hadir. Kelompok tani makin dibuat risau. Mereka bimbang dan gelisah dengan kondisi bawang saat ini.

Sementara Kepala Bulog Sub Divre II Bima Raden Guna Dharma yang hendak dimintai konfirmasi masih berada di luar daerah. a�?Bapak masih di Jakarta,a�? ujar salah satu staf Bulog Sub Divre II Bima. (yet/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *