Ketik disini

Dialog Ramadhan

Saatnya Berbagi

Bagikan

Assalamua��alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, segala pujian hanya bagi Allah atas semua nikmatNya lahir maupun bathin utamanya nikmat Iman dan Islam. Selawat salam kepada Nabi Muhammad saw, juga kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau.
Pembaca Rahimakumullah

DI tengah-tengah masyarakat, dimanapun kita berada dapat dipastikan adanya anak-anak yatim, anak-anak terlantar, orang-orang tua jompo, dan orang-orang lemah lainnya seperti fakir miskin.

Keberadaan mereka itu ada yang mendapat perhatian atau keperdulian dari orang-orang tertentu atau lembaga-lembaga sosial.

Bahkan mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga keadaan mereka tidaklah terlalu memperihatinkan baik kebutuhan makan minumnya sehari-hari, termasuk kesehatannya.

Namun, tidak sedikit di antara mereka yang belum mendapat perhatian yang semestinya. Sehingga kondisi mereka cukup memprihatinkan dan menuntut perhatian kita untuk memperbaiki kondisinya.

Untuk itu kita harus menggalang kekuatan bersama, karena apabila kita berbuat sendiri-sendiri terasa cukup berat dan tidak dapat menuntaskan persoalan mereka yang dari hari ke hari semakin bertambah.

Untuk mengatasi persoalan umat yang semakin menumpuk itu perlu kita bangun terus-menerus kesadaran umat untuk memulai perbaikan itu dari dirinya sendiri. Baru kepada keluarga, tetangga terdekatnya dan seterusnya.

Sesuai dengan perintah Allah dalam Alquran surat At-Tahrim ayat 6, artinya: a�?Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai (perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.a�?

Perintah Allah swt untuk memulai dari diri sendiri sangatlah tepat. Karena suatu pekerjaan atau perbaikan apa saja tidak dapat dilakukan dengan baik apabila tidak dari diri sendiri.

Kita tidak dapat menyelematkan orang lain apabila kita sendiri dalam keadaan tidak selamat, begitu pula kita tidak bisa memberi padahal kita sendiri tidak mempunyai apa-apa, sebagaimana dikatakan oleh ulama. a�?Orang yang tidak memiliki sesuatu, tidak dapat memberi.a�?

Karenanya umat Islam dituntut untuk mempunyai nisab, baru disuruh berzakat. Demikian pula umat Islam dituntut untuk belajar, dan setelah berilmu dia wajib mengajarkannya sehingga ia menjadi orang yang terbaik.

Sebagaimana ditegaskan oleh baginda Nabi Muhammas saw, artinya : a�?Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Alquran, kemudian ia mengajarkannya.a�?

Kembali kepada pembicaraan awal kita, betapa banyak anak-anak yatim, orang-orang miskin yang belum tertangani dengan baik, bahkan belum ada yang menanganinya.

Maka perlu secara cepat kita terus melangkah untuk menyantuni mereka lewat BAZNAS pusat maupun daerah.

Atau oleh lembaga-lembaga sosial yang ada, atau perorangan yang mempunyai kemampuan untuk itu, agar kita tidak tergolong orang-orang yang mendustakan agama sebagaimana yang diingatkan oleh Allah swt dalam surat al-Maun.

a�?Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna.a�?

Orang-orang yang tidak perduli terhadap anak yatim bahkan menghardiknya, dan juga mereka yang tidak perduli terhadap orang miskin, mereka dianggap sebagai pendusta agama. Semoga kita termasuk orang-orang yang perduli terhadap mereka. Amin ya Rabbal alamin. (r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *