Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Warga Tente Ngamuk, Kantor Dewan Dirusak

Bagikan

BIMA – Puluhan warga Tente Kecamatan Woha mengamuk di Kantor DPRD Kabupaten Bima, kemarin (8/6). Mereka menilai Komisi II tidak serius menyelesaiakan polemik di Pasar Raya Tente. Terutama, terkait keputusan penempatan los dan kios pasar yang dinilai sarat permainan panitia.

Imbanya, warga yang terkena dampak dari proyek pembangunan pasar itu tidak mendapat apa-apa. Los dan kios yang dibangun baru itu justru ditempati orang-orang baru. Padahal kesepakatan awal warga pasar yang terkena imbas akan diprioritaskan.

a�?Ternyata, itu tipu muslihat,a�? tuding Mariati, salah seorang warga saat berhadapan dengan anggota dan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bima, kemarin(8/6).

Kehadiran mereka di Komisi II, sesuai kesepakatan sebelumnya. Komisi II akan mengeluarkan rekomendasi terkait persoalan Pasar Raya Tente, kemarin. Ketika rekomendasi itu dimintai warga, ternyata belum ada.

Komisi II berdalih belum melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Seperti, Camat Woha, Kabag Ekonomi, dan Sekda Kabupaten Bima. Pihak-pihak tersebut mangkir saat dipanggil untuk klarifikasi.

a�?Ini alasan tidak masuk akal. Ngaku saja, tidak ada niat untuk selesaikan masalah tersebut,a�? duganya.

Mendengar alasan disampaikan Komisi II, puluhan warga yang memadati ruangan komisi terkait naik pitam. Mereka mencacimaki kinerja parlemen setempat. Bahkan anggota Komisi II beserta staf sekretariat dewan diusir keluar ruangan.

a�?Kami minta ruangan Komisi II dikosongkan. Dewan segera keluar,a�? usir warga lain Bily.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), setelah di Komisi II mereka mendatangi ruangan ketua dewan. Sayangnya, saat itu pimpinan parlemen sedang tidak berada di tempat.

Aksi warga berlanjut, setelah mereka melihat Sekda Kabupaten Bima masuk ke ruang Komisi III. Puluhan warga itu menguber sekda sembari memukul-mukul pintu ruang Komisi III. Mereka meminta untukA� bertemu dengan sekda yang saat itu sedang rapat dengan komisi terkait.

Aksi warga yang mendobrak dan memukul-mukul kaca memicu emosi anggota Komisi III. Anggota komisi III Yeni Yuliada naik pitam dan langsung melabrak puluhan warga tersebut.

a�?Ini Komisi III, tidak ada kaitannyaA� dengan persoalan pasar. Silakan ke Komisi II,a�? arah Yeni Yuliada, anggota dewan perempuan asal Kecamatan Woha itu sembari mengacungkan jari telunjuknya.

Warga yang tidak terima dengan sikap anggota dewan itu memecahkan kaca depan ruang komisi III. Pintu bagian belakang digedor hingga rusak. Untungnya, aksi warga ini tidak sambil menimbulkan adu fisik. (mch/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *