Ketik disini

Catatan Redaksi

Mohan Ingin Libatkan Pecalang

Bagikan

MATARAM – Ide unik dilontarkan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, dalam rangkaA� mengawal kelancaran acara, Musabaqah Tilawatil Qura��an (MTQ) XXVI tahun 2016. Ya, orang nomor dua di Pemkot Mataram ini ingin melibatkan umat Hindu Dharma yang tergabung dalam pamswakarsa Pecalang saaat MTQ nanti.

Untuk diketahui, Pecalang adalah pasukan pengaman adat umat Hindu Dharma yang bertugas mengawal penegakan adat-adat dalam tradisi umat Hindu.

Jika, pecalang bisa dilibatkan dalam pengamanan pelaksanaan MTQ oleh umat Muslim se Indonesia yang akan digelar di NTB dengan dipusatkan di Mataram. Maka ini langkah positif, membangun toleransi keberagamaan.

a�?Kalau dengan kebutuhan personil aparat kepolisian menjaga, ketertiban dan kelancaran acara. Terutama di 16 hotel yang akan dipakai. Bagaimana kalau kita libatkan pamswakarsa Pecalang,a�? kata Mohan menawarkan ide.

Bahkan bukan hanya Pecalang, tetapi Langlang yang notabene adalah a�?polisia�� adat Lombok juga rencananya akan dilibatkan Mohan. Wacana ini, langsung ditanggapi positif Polda NTB yang diwakili Karo Ops Kombespol Dewa Putu Maningke Jaya.

a�?Kami tentu berharap, semua pihak dapat dilibatkan dalam pengamanan acara kita bersama ini. Demi kelancaran acara,a�? kata Maningke.

Kepala Bappeda Kota Mataram, Lalu Martawang yang diminta untuk mempersiapkan anggaran guna pelibatan polisi adat, Pecalang dan Langlang, mengaku tidak ada masalah. Ia menyebutkan, pada dasarnya Pecalang dan Langlang selama ini memang kerap dilibatkan membantu mengamankan berbagai acara di Lombok.

a�?Mereka kan sudah sering membantu, mengamankan acara. Jadi pantas beliau (Wakil Wali Kota) berniat melibatkan mereka kembali,a�? kata Matawang.

Jika nanti recana itu terwujud, tentu i nilai plus bagi Kota Mataram khususnya dan NTB pada umumnya. Image, kebersamaan dan keterpaduan semua elemen masyarakat ikut menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat, akan membuat trisukses yang menjadi target pemerintah Provinsi dan Kota, yakni sukses penyelenggaraan, terwujud.

a�?Orang luar juga melihatnya, NTB luar biasa. Itu juga bisa mendorong mereka rindu kembali ke sini, suatu saat nanti,a�? tandasnya.

Ide unik lainnya juga disampaikann Asisten III Setda Provinsi NTB, H Bachrudin. Ia meminta pada pemerintah Kota mengeluarkan imbauan pada masjid-masjid di Kota Mataram, memutar lagu mars MTQ menjelang waktu solat.

a�?Saya saja sampai hapal dulu, lagu (mars) MTQ, sehingga suasana benar-benar terasa dan hidup. Momen-momen penyambutan pun lebih gimana rasanya di sini (hati),a�? kata Bachrudin.

Dengan seperti itu, lanjut dia, giroh MTQ lebih dirasakan suka citanya. Ini juga, sejalan dengan perintah Gubernur yang menginginkan pelaksanaan MTQ di Lombok kali ini, benar-benar berbeda.

a�?Saya sudah siapkan keping-keping CD untuk dibagikan,a�? tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi NTB, Lalu Mohammad Faozal yang bertugas, menangani City Tour para kafilah, mengeritik soal kebersihan dan ketertiban Kota Mataram.

Untuk diketahui, rute City Tour di Kota Mataram yakni dari Kota Tua Ampenan, Sekarbela, Mayure dan Pasar Sayang-sayang.

a�?Cuma mohon seperti di Sekarbela itu masih masalah sampah jadi persoalan,A� begitu juga di Mayure, para pedagang batu (akik), arahnya bukan lagi melengkapi citra wisata Mayure, tapi arahnya sudah semrawut,a�? kritiknya.

Faozal juga menawarkan, memberikan bantuan 100 unit motor angkut sampah Caesar pada pemerintah Kota untuk mengatasi persoalan sampah.

a�?Kita dapat bantuan dari New Mount 350 unit, nanti 100 unit kita berikan pada Pemerintah Kota untuk atasi sampah itu,a�? tandasnya.(cr-zad/r6)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *