Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Protes Petani Bawang Tak Sia-Sia

Bagikan

KOTA BIMA – Petani bawang bisa tersenyum. Aksi protes mereka pun tak sia-sia. Bawang merah yang mereka inapkan di Kantor Bulog Sub Divre II Bima akhirnya dibayar.

Bulog bersedia mengambil bawang merah sekitar 40 ton tersebut. Namun harganya turun dari kesepakatan awal. Bulog mengambil bawang dengan harga baru yakni Rp 18.500 per kilogram. Jika mengacu harga pada MoU, Bulog seharusnya membayar Rp 20 ribu per kilogram.

Kendati demikian, para kelompok tani ini tidak mempersoalkan. Mereka tetap menerima harga tersebut. Ketua Kelompok Tani Mustakim mengaku, terpaksa merelakan bawangnya dibayar dengan harga diluar kesepakatan awal.

a�?Yang penting dibayar. Kalau bicara rugi, kita rugi. Dari pada membusuk, kami relakan bawang dilepas dengan harga segitu (Rp 18.500),a�? ujarnya di halaman Kantor Bulog, kemarin (9/6).

Mustakim dan rekannya tak bisa menolak harga terbut. Sebab, kondisi bawang sudah mulai membusuk. Selain itu, mereka khawatir saat panen raya nanti stok bawang makin menumpuk.

Sehingga akan mempengaruhi harga bawang mereka yang lebih dulu dipanen.

a�?Kami memikirkan nasib petani juga. Bulan Juni dan Juli puncak panen bawang. Kami tidak ingin kondisi ini berimbas pada harga bawang nanti,a�? bebernya.

Berdasarkan MoU antara Bulog dengan kelompok tani, bawang yang belum dibayarkan 272 ton. Namun yang baru disepakati pembayarannya hanya 40 ton lebih. Untuk sisanya, Mustakim belum bisa memastikan.

a�?Entah bagaimana nasib sisanya itu. Saya utamakan bawang saat ini dulu,a�? ujarnya.

Sementara Kepala Bulog Sub Divre II Bima, Raden Guna Dharma belum bersedia memberikan keterangan. a�?Nanti kalau ada waktu luang saya hubungi,a�? ujar Raden dihubungi via ponsel, kemarin. (yet/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *