Ketik disini

Metropolis

RSUP Berkelit Kekurangan Tenaga

Bagikan

MATARAM a�� Pihak RSUP NTB berkelit atas temuan Ombudsman terkait rendahnya disiplin para dokter di rumah sakit berplat merah tersebut. Dokter disebut kerap terlambat dikarenakan ada situasi darurat atau emergency di tempat lainnya.

a�?Kita sudah klarifikasi, dokter mengaku keluar atau harus datang terlambat karena ada kasus emergency. Misalnya, di tempat lain ada pasiennya yang kondisi darurat,a�? jelasWadir Pelayanan RSUP NTB dr H Agus Rusdhy A Hamid.

Secara aturan, seorang dokter sebagai aparatur sipil negara (ASN) memang tidak diperbolehkan menerima kerjaan lain selama jam kerjanya. Namun, menurutnya, perlu menjadi catatan bahwa jumlah dokter spesialis di NTB sangat terbatas dan mereka rata-rata mengabdi di RSUP NTB.

Sehingga, ketika ada kondisi darurat pasien di rumah sakit lain, otomatis dokter bersangkutan harus melakukan penanganan meski masih pada jam kerja di RSUP.

a�?Nggak mungkin dong pasien di tempat lain kemudian dibiarkan saja sampai meninggal,a�? jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ombudsman NTB menyebut dokter di RSUP NTB nyaris tidak pernah bisa melayani pasien tepat waktu.

Menjadikan pasien terpaksa menunggu dokter rata-rata dua hingga tiga jam. Temuan itu didapat Ombudsman NTB setelah menggelar investigasi dan pemantauan intensif enam bulan terakhir, menindaklanjuti laporan masyarakat.

a�?Temuan dan kritik ombudsman ini kita apresiasi secara positif, menjadi cambuk untuk lebih baik kedepannya,a�? kata Plt Dirut RSUP NTB H L Hamzi Fikri.

Ia mengakui, pada dasarnya banyak hal dalam pelayanan RSUP NTB yang perlu dibenahi. Terutama di awal kepindahan rumah sakit tersebut. Dimana jumlah finger print pun belum mencukupi. Ia berdalih, banyak dokter yang sebenarnya hadir melaksanakan tugasnya tetapi lupa mengabsen.

a�?Buktinya pelayanan kan tetap berjalan. Jadi, memang para dokter itu hadir setiap hari tetapi mereka jarang mengabsen karena jumlah finger print kita terbatas. Ini kedepannya, akan kita tambah,a�? ungkapnya.

Pihak RSUP NTB juga beralasan, terlambatnya pelayanan pasien juga disebabkan jumlah dokter yang terbatas. Khususnya untuk dokter spesialis dan sub spesialis. Sehingga, sulit bagi mereka untuk melakukan pelayanan tepat waktu.

a�?Memang ada pelayanan di beberapa poli yang belum maksimal. Itu juga karena keterbatasan tenaga,a�? ungkapnya.

Meski demikian, rumah sakit berjanji akan tetap berupaya menegakkan standar pelayanan minimal. Sehingga, pelayanan benar-benar bisa dimulai tepat waktu, mulai pukul 08.00-13.00 Wita.

a�?Tentu sanksi bagi dokter yang tidak disiplin juga akan ditegakkan sesuai aturan ASN,a�? katanya.

Sanksi itu jelas menyebutkan, dokter yang tidak disiplin akan mendapat teguran lisan. Jika teguran lisan sudah dilayangkan tiga kali tetapi tidak ada perubahan baru diberikan teguran tertulis.

a�?Terkait temuan Ombudsman itu masih akan kita dalami lagi. Jika terbukti kita akan tindaklanjuti dengan sanksi sesuai aturan,a�? pungkasnya. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *