Ketik disini

Headline Kriminal

Giliran Kasus PDAM Dihentikan

Bagikan

MATARAM – Setelah menghentikan penanganan kasus dugaan korupsi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan kasus Padepokan Silat Koni NTB, Kejati NTB menghentikan penanganan satu kasus besar lainnya. Yakni dugaan penyimpangan anggaran di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang.

Jaksa beralasan tidak menemukan bukti kuat pada kasus yang dilaporkan oleh Lembaga Missing Reclasseering Republik Indonesia (LMRRI) NTB akhir 2015 itu.

Namun, setelah pihak Kejati NTB melakukan turun langsung ke lapangan. tim tidak menemukan satupun bentuk permasalahan.

a�?Kita turun langsung kok mengecek proyek itu,a�? ungkap Kasipenkum Kejakti NTB I Made sutapa.

Sutapa menegaskan, pihak Kejati sudah bekerja maksimal mengusut kasus korupsi. Namun, jika memang tidak memenuhi unsur untuk ditingkatkan Kejati akan menghentikan kasus tersebut.

a�?Kita harus perkuat alat bukti untuk meningkatkan kasus. Jika tidak, Jaksa Penuntut Umum Akan kesulitan untuk meyakinkan hakim,a�? ungkapnya.

Sebelumnya dengn alasan serupa jaksa juga mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) untuk kasus DBHCHT.

Kasus tersebut sudah sampai kepada tahap penyidikan dan sudah meminta audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan.

a�?Kita sudah meminta audit kerugian negara di BPKP.dan hasilnya tidak ditemukan adanya kerugian negara,a�? ujarnya.

Sementara itu, kasus Padepokan Pencak Silat dikarenakan tim ahli dari Universitas Mataram mengaku tidak menemukan permasalahan di dalam gedung padepokan yang dipersoalkan.

a�?Kita sudah menerima hasil dari tim ahli yang melakukan cek fisik. Bahwasanya tidak ada penyimpangan,a�? ungkapnya.

Sehingga, Kejati NTB menyimpulkan kasus itu tidak bisa dinaiikan ke status hukum selanjutnya. a�?Kasus ini kita hentikan saat masih dalam penyelidikan,a�? ungkapnya. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *