Ketik disini

Dialog Ramadhan

Memupuk Kebaikan

Bagikan

Assalamua��alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, segala pujian hanya bagi Allah atas semua nikmatNya lahir maupun bathin, utamanya kita syukuri nikmat Iman dan Islam. Selawat salam kepada Nabi Muhammad saw, juga kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau.

Pembaca Rahimakumullah

Dalam sebuah hadist riwayat Turmuzi dari Muaz bin Jabal, Rasulullah saw bersabda, artinya: a�?Takutlah kepada Allah dimana saja kamu berada, susullah perbuatan jelek dengan perbuatan baik, maka kebaikan dapat menghapus kejelekan.

Dan bergaulah sesama manusia dengan akhlaq yang baika�?. Ada tiga hal yang ditekankan oleh Rasulullah saw, dan ketiga hal tersebut sangat mendasar bagi kebaikan dan keselamatan dunia dan akhirat.

Pertama, agar kita bertaqwa kepada Allah dimanapun kita berada. Keyakinan umat islam bahwa keberadaan Allah swt tidak dibatasi ruang dan waktu.

Ia mengetahui segala perilaku, tindak tanduk hamba-hambaNya yang baik maupun yang jelek. Sehingga apabila di dalam hati seseorang ada iman kepada Allah, maka ia menjaga dirinya dari perbuatan jelek. Sebaliknya akan selalu berbuat baik.

Berbeda dengan orang yang takut kepada atasannya, atau takut kepada polisi. Mereka akan berbuat baik sepanjang mereka diawasi dan atau berbuat semaunya bila mereka merasa lepas dari pengawasan. Karenanya, tidaklah mengherankan apabila perbuatan-perbuatan baik mereka menjadi terbatas dan tidak selamanya berkualitas.

Iman kepada Allah telah menjadikan seseorang terus tergerak hatinya untuk berbuat dan berbuat yang terbaik atau amalan solihan maqbulan dalam semua kesempatan, tanpa memandang waktu dan tempat. Hal ini harus menjadi penampilan seorang muslim dan muslimah tanpa memandang statusnya.

Kedua, Rasulullah saw mendorong umatnya apabila terlanjur berbuat salah atau melakukaan kekeliruan agar cepat berinisiatif untuk berbuat kebaikan. Sehingga kejelekan itu menjadi tertutup atau terhapus.

Dengan demikian kejelekan akan hilang dari pandangan orang, bahkan hilang dari hatinya, sehingga yang meluas dan nampak dimana-mana adalah kebaikan dan kebaikan. Apabila kebaikan telah nampak dimana-mana, maka dengan sendirinya kejelekan akan lenyap, tidak mempunyai tempat lagi di tengah-tengah masyarakat. Pada saat itu kejelekan menjadi sesuatu yang memuakkan dan dibenci oleh siapa saja.

Oleh karena itu, kewajiban bagi kita semua untuk mendorong dan mengabadikan kebaikan di tengah-tengah kehidupan ini. Allah swt telah menjamin bahwa yang tidak merugi hanyalah mereka yang beriman dan beramal soleh, sesuai dengan kandungan surat al-Asr.

Marilah kita terus sebarkan kebaikan, dan terus menyerukannya tanpa lelah, agar kebaikan dapat masuk walaupun lewat lubang yang terkecil, karena kebaikan tidak boleh dikalahkan oleh kebatilan.

Ketiga, Rasulullah menyuruh umatnya untuk dapat bergaul, hidup bersama atau bermasyarakat dengan mengedepankan budi pekerti yang baik, akhlaq yang mulia.

Dalam kehidupan ini kita tidak dapat melepaskan diri dari hidup bersama dengan orang lain, kita sangat bergantung dengan orang lain dalam banyak hal.

Karena kita tidak bisa melepaskan diri dari orang lain, tentu di antara mereka itu pasti ada perbedaan. Baik dalam berbuat, bertutur kata, juga kepentingan dan kebutuhannya.

Maka kita harus memahami hal tersebut dengan baik, jangan sampai kita mengukur orang dengan diri semata, tapi kita mesti melihat perbedaan-perbedaan tersebut, dimana kita bertoleransi, dan mana yang memerlukan kewaspadaan, bahkan mungkin ada yang sama sekali tidak bisa dipertemukan.

Meskipun demikian, mari kita jalani hidup ini tanpa konflik, tanpa kekerasan, dan tanpa harus ada yang menjadi korban. Disinilah peranan budi pekerti sangat besar untuk menciptakan hidup bersama dalam perbedaan. Semoga kita tetap rukun dan damai dalam menjalani kehidupan ini. Amin. (r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *