Ketik disini

Metropolis

Setengah Hari, Beras dan Bawang Ludes

Bagikan

MATARAM – Bulog Divre NTB ikut membantu pemerintah dalam upaya menekan lonjakan harga kebutuhan bahan pokok. Caranya dengan membuka sejumlah stan, salah satunya di depan Kantor Bulog Divre NTB.

a�?Stan lainnya, ada di beberapa pasar, seperti pasar Pagesangan, Kebon Roek, ada juga kita adakan mobile berkeliling dari kantor ke kantor, bahkan ada yang kekampung-kampung,a�? kata Kepala Bulog Divre NTB, Arif Mandu.

Antusiasme masyarakat pada operasi pasar yang digelar Bulog cukup luar biasa. Dibuka sejak pagi sekitar pukul 09.00 wita kemarin, beras dan bawang merah, terjual habis dengan sangat cepat. Bulog mengakui sempat kewalahan menghadapi permintaan warga.

a�?Ternyata operasi pasar) di sini juga luar biasa. Sebelum Jumataan banyak beras dan bawang merah terjual ke warga,a�? ungkapnya.

Arif menambahkan, ini sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat dan daerah yang meminta Bulog mendukung upaya pengendalian harga, melalui operasi pasar. Saat ini, ada tiga komoditas yang ditawarkan oleh Bulog antara lain, beras, bawang merah dan daging.

a�?Yang kita tangani langsung ada dua, beras dan bawang merah. Sementara daging, kita kerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB dan PT Berdikari yang bertugas mengolah dan mensuplai ke pasar,a�? ulas Arif.

Untuk harga, beras kualitas super dijual dengan harga Rp 8.000/kilogram (kg), sementara beras bermerk di lepas dengan harga Rp 9.000/kg.

Bawang merah, bersih yang didatangkan langsung dari Bima dijual dengan harga Rp 25.000/kg. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran di kisaran Rp 32.000/kg.

Sementara daging, dibandrol dengan harga, Rp 100.000/kg untuk kualitas super. Sementara daging kelas dua, dijual dengan harga, Rp 95.000/kg. Dan kelas tiga dengan harga, 85.000/kg.

a�?Operasi ini akan digelar selama bulan Ramadan. Bahkan jika mengacu instruksi dari pusat, kita bahkan diminta operasi pasar sampai H plus 7 setelah Lebaran,a�? tandasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram H Wartan mengatakan, cara terbaik menekan harga pasaran dengan memperbanyak operasi pasar.

Bahkan pemerintah provinsi bersama kota berencana menggelar operasi pasar terkoordinasi dan terintegrasi dalam tujuh hari. Mulai dari tanggal 20 sampai 27 Juni.

a�?Itu sudah kesepakatan kita. Nanti kita akan turun ke enam kecamatan di Kota Mataram, agar harga-harga kebutuhan bahan pokok bisa terjangkau masyarakat,a�? kata Wartan.

Beberapa distrubutor juga akan dilibatkan. Bahkan Wartan mengatakan toko retail modern juga tertarik ikut menggelar operasi pasar. a�?Nanti ada Bulog juga. Tapi titiknya masih kita koordinasikan di mana pasnya,a�? tandasnya. (cr-zad/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *