Ketik disini

Giri Menang Headline

16 Pejabat Terpental

Bagikan

GIRI MENANG – Penyegaran birokrasi akhirnya dilakukan Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid. Tak tanggung-tanggung 230 orang aparatur sipil Negara (ASN) terkena mutasi, demosi, serta promosi. Bahkan 16 orang diantaranya terpental alias non job.

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid mengatakan, mutasi yang dilakukan saat ini telah direncanakan cukup lama. Ditujukan untuk membenahi tata kelola pemerintahan di Lombok Barat.

a�?Tetap melalui pertimbangan dalam menjalankan proses ini,a�? kata Fauzan usai pelaksanaan mutasiA� di aula kantor bupati, Senin (13/6).

Fauzan mengatakan, pertimbangan mutasi berdasarkan kinerja pejabat yang sudah tidak produktif lagi. Tidak menunjukkan perilaku kinerja yang selayaknya.

Dalam mutasi kali ini, Fauzan Khalid melakukan penyegaran untuk delapan orang di posisi eselon II. Diantaranya, Ramdan Hariyanto sebelumnya menjabat Kepala BPMPD di mutasi menjadi Kepala BKBPP, Lalu Surapati dari Staf Ahli Bidang Hukum menjadi Kepala BPMPD, Nyoman Sembah semula Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM bergeser ke Staf Ahli Bidang Hukum.

Selain itu, Sakri yang menjadi di Kepala Dinas PU digeser ke Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Poniman dari Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi saat ini menjabat Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Sementara itu, Robijono Prasetijanto yang semula menjabat Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, di mutasi ke posisi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi.

Adapun Lale Prayatni menggantikan posisi Mahyudin di Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD). Sedangkan Mahyudin, menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Sementara itu, Sekda Lombok Barat Mochammad Taufiq mengatakan, persoalan pejabat yang terkena demosi atau bahkan non job, semata-mata karena pertimbangan kinerja. Taufiq menyadari bahwa setiap pelaksanaan mutasi tidak akan bisa memuaskan semua pihak.

a�?Murni pertimbangan kinerja, bukan unsur suka atau tidak suka. Ini yang mampu kita lakukan dari Baperjakat,a�? kata Taufiq.

Kedepannya, Taufiq tidak menutup kemungkinan akan dilakukan hal serupa. Mutasi sejumlah pejabat dan staf di lingkup Pemkab Lobar.

a�?Ini akan sering kita lakukan, kemungkinan bisa tiga kali dalam setahun untuk pelaksanaan mutasi ini,a�? ujarnya.

Sementara itu, pelaksanaan mutasi rupanya langsung mendapat sorotan. Terutama pada persoalan sejumlah pejabat yang dinonjobkan tanpa melalui prosedur.

Tak hanya itu, sejumlah ASN yang mendapat promosi pun diduga mengesampingkan aturan yang berlaku.

a�?Kalau non job itu ada aturannya. Misal mendapat surat peringatan (SP) terlebih dahulu hingga tiga kali. Tapi tidak lantas langsung diberikan non job setelah mendapat SP, tapi harus melalui demosi terlebih dahulu,a�? kata sumber koran ini.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lobar Sulhan Muchlis Ibrahim mengatakan, akan melakukan evaluasi terhadap penyegaran birokrat yang dilakukan Bupati Lobar.Apalagi nada sumbang mulai terdengar usai pelaksanaan mutasi.

a�?Kenapa mereka promosi, demosi atau mutasi, apa alasannya, itu yang mau kita dengar. Karena itu nanti kita minta draf mutasi untuk ditembuskan ke dewan juga,a�? kata Sulhan.

Menurut Sulhan, persoalan mutasi memang menjadi prerogatif dari kepala daerah. Namun fungsi kontrol yang dilakukan DPRD Lobar juga tidak bisa dikesampingkan.

a�?Kita juga menunggu laporan orang-orang yang merasa dirugikan terhadap proses ini (Mutasi, Red),a�? tandasnya. (dit/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys