Ketik disini

Metropolis

Bangga Ceritakan Kampung Halaman ke Jokowi

Bagikan

Menjadi bagian dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres)  adalah kebanggaan besar bagi Guntur. Meski diamanahi tanggungjawab besar, banyak suka cita yang ia alami selama mengawal kepala negara.

***

TAK ada keraguan di benak Guntur ketika memutuskan untuk bergabung sebagai anggota Paspampres. Meski disadarinya sejak awal bahwa pekerjaan itu menuntut tanggung jawab besar. Ia harus siap melakukan apapun demi menjamin keselamatan kepala negara yang merupakan representasi dari harkat dan martabat bangsa di mata masyarakat dunia.

“Kalau pengamanan presiden kita lengah sedikit saja, itu akan menjadi sorotan dunia. Jelas ini bukan tanggung jawab yang ringan,” kata Guntur.

Melindungi kepala negara memang merupakan tugas berat. Namun, ia menyadari bahwa di sana jugalah terdapat kemuliaan bagi para abdi negara yang mengemban tugas tersebut. “Negara sudah percaya pada kita. Jadi tidak ada istilah ragu-ragu. Kepercayaan itu harus dijaga sebaik mungkin,” tuturnya.

Sekian tahun mengawal Presiden, sejak era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga kini Joko Widodo (Jokowi), Guntur sudah merasakan banyak suka duka. Tak jarang, ia dan anggota Paspampres lainnya mendapat cibiran masyarakat dikarenakan prosedur pengamanan yang harus mereka terapkan. Itu disebabkan, belum banyak masyarakat yang memahami tanggungjawab besar yang mereka emban.

Setiap saat, ia dituntut menaklukan tantangan. Ia harus bekerja cermat, terutama ketika Presiden turun ke tengah masyarakat, di mana potensi ancaman lebih besar. “Terutama kalau Presiden turun ke daerah, banyak masyarakat yang menyambut. Kita harus waspada menjaga kondisi agar tetap aman,” jelasnya.

Di tengah pekerjaan yang menantang itu, banyak pula suka cita yang ia rasakan setiap mengikuti setiap kunjugan kerja Presiden RI baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Saat Presiden Jokowi kunjungan kerja di Pulau Sumbawa, sudah dua kali dia ikut serta.

Guntur ingat betul, di sela-sela kunjungan tersebut, ia pernah mendapat pertanyaan langsung dari Presiden tentang bagaimana situasi Bima dan masyarakatnya. Dengan bangga ia menjelaskan, masyarakat Bima begitu solid dan baik.

“Setelah kunjungan ke NTB, Presiden Jokowi tahu, sesungguhnya masyarakat kita pun sangat ramah, baik, religius dan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai luhur. Maka sebagai orang NTB, kita harus bersyukur dan bangga. Semoga hal-hal penting tersebut akan tetap terjaga selamanya,” ajak Guntur.

Kedepannya, ia berharap akan ada putra daerah NTB lainnya yang bisa meniti karir sepertinya saat ini. Menurut Guntur, peluang untuk bergabung dengan Paspampres dan menjadi pengaman pribadi Presiden terbuka lebar bagi putra putri asal Bumi Gora, sama seperti peluang putra-putri daerah lain.

“Kuncinya, jangan minder. Kita juga bisa bersaing dengan putra putri daerah lain,” ujarnya optimis.

Menurutnya yang terpenting untuk menjadi seorang Paspamres, lanjutnya, harus memiliki loyalitas atau kesetiaan tinggi. Tidak hanya menuntut kesiapan fisik tetapi juga membutuhkan kecerdasan dan kesigapan. “Saya yakin, banyak putra putri daerah kita yang juga bisa mengukir tinta emas karir kemiliteran,” pungkasnya. (Rahmatul Purqan/Mataram/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *