Ketik disini

Metropolis

Bus Trans Mataram Metro Apa Kabar?

Bagikan

MATARAM – Sejak diujicobakan pertama kali Bulan April lalu, hingga saat ini Bus Rapid Transit (BRT) Trans Mataram Metro belum ada kabar. Padahal, Kepala Dishubkominfo Provinsi NTB maupun pihak Damri selaku pengelola telah menjanjikan kalau bus ini bisa dioperasikan sebulan paska ujicoba. Sayang, hingga kini 25 unit bus masih tetap mangkrak dan belum bisa difungsikan. Bahkan, Kadisubkominfo sebelumnya yakni Agung Hartono keburu diganti oleh HL Bayu Windia.

Dengan terus molornya pengoperasian bus, Kepala Dishubkominfo Kota Mataram H Khalid menilai hal ini sangat merugikan masyarakat. “Ya sangat di sayangkan busnya sudah ada tapi hingga saat ini masih belum bisa dioperasikan. Yang rugi tidak bisa menikmati kan masyarakat,” katanya.

Padahal, Dishubkominfo Kota Mataram dijelaskannya siap membangun fasilitas pendukung untuk wilayah Kota. Mulai dari bus stop hingga tambahan halte bus. “Tahun ini kami sudah merencanakan membangun empat sampai lima halte kalau bus sudah mulai beroperasi,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dishubkominfo yang baru beberapa hari dilantik memberikan penjelasan. Diakatakannya, saat ini ia terus berupaya bagaimana agar bus Trans Mataram Metro bisa segera dioperasikan.

“Dalam waktu dekat ini kami upayakan. Saya kan masih baru beberapa hari di sini. Saya perlu pelajari dulu apa saja yang jadi kendalanya dan apa yang bisa dijajaki,” kata Kadishubkominfo NTB, HL Bayu Windia kepada Lombok Post.

Pihak Dishubkominfo NTB mengaku saat ini tengah fokus mengurus persiapan angkutan mudik jelang lebaran. Sehingga masih butuh waktu untuk segera bisa mengoperasikan BRT Trans Mataram Metro.

Sebenarnya bus yang akrab disapa Bus Trans Mataram Metro ini sudah beroperasi ujicoba di jalur Narmada-Mataram-Senggigi. Ujicoba bahkan dikawal langsung oleh Dinas Perhubungan Provinsi, Pihak Damri Mataram, Dishubkominfo Kota Mataram, Dishubkominfo Lombok Barat serta Organda. Hasil ujicoba, pengoperasian bus ini pun berjalan cukup lancar.

Sejumlah titik telah ditentukan menjadi tempat pemberhentian atau dikenal dengan istilah bus stop. Total sekitar 100 titik pemberhentian nantinya akan didatangkan dan ditentukan lokasi titik mana saja penempatannya.

Untuk sementara waktu, pintu naik turun bus Trans Mataram Metro menggunakan pintu depan. Mengingat untuk menggunakan pintu tengah, pembangunan halte masih belum dirampungkan. Saat ini hanya ada dua halte yang Selesai di bangun. Yakni di Shleter depan SMPK Kesuma Mataram dan di sekitar lokasi Ampenan.

Satu bus akan mampu mengangkut sebanyak 80 penumpang. Bus ini akan terus beroperasi dan tidak berhenti terlalu lama di masing-masing bus stop atau halte.

Kepala Stasiun Damri Kota Mataram, Suranto yang coba ditemui oleh wartawan di kantornya tak dapat dihubungi. Namun, sebelumnya  Suranto membenarkan kalau pengoperasian dan pengelola bus ini yakni pihak Damri Mataram. Pengoperasian kini tinggal menunggu surat BPNKB.“Ya nanti pengoperasiannya memang dari pihak Damri,” kata Suranto beberapa waktu lalu.

Namun, terkait apa alasan pasti kenapa bus hingga saat ini belum bisa beroperasi, Suranto menyerahkan semuanya kepada Dishubkominfo Provinsi NTB. “Ke Dishub Provinsi aja mas ya. Kebetulan saya ada auditor pusat,” balasnya via pesan singkat kemarin. (ton)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *