Ketik disini

Headline Metropolis

Mengintip Kebiasaan Warga Mataram Selama Bulan Ramadan

Bagikan

Setiap selepas salat subuh, puluhan bahkan ratusan warga silih berganti datang ke Taman Udayana. Bukan untuk mengikuti car free day. Melainkan ini menjadi salah satu kebiasaan warga di Bulan Ramadan.

***

HARIA�masih gelap ketika waktu menunjukkan pukul 05.25 Wita. Namun, penerangan yang ada di Jalan sekitar Taman Udayana membuat tempat tersebut cukup terang. Dari kejauhan terlihat warga berduyun-duyun memadati pedestrian ways yang disediakan. Baik di jalur sebelah kiri maupun sebelah kanan, semua dipadati oleh warga yang bergerombol berjalan kaki. Para pejalan kaki ini nampak masih lengkap dengan pakaian ibadahnya.

Yang perempuan misalnya, sekelompok ibu rumah tangga masih mengenakan mukenah warna putih yang membungkus seluruh tubuh mereka. Menggunakan sandal jepit, para ibu rumah tangga ini asik berjalan kaki sambil ngobrol bercengkerama dengan sesamanya.

Tak mau kalah, beberapa kelompok laki-laki juga terlihat bergerombol memenuhi trotoar jalan. Mereka lengkap dengan peci dan sarung. Nampaknya, sekelompok orang ini baru saja turun dari masjid di tempat tinggal mereka dan sengaja datang ke Taman Udayana. a�?Iya baru turun dari masjid langsung ke sini. Cari angin segar sambil berdiskusi malasah agama dengan teman-teman,a�? kata Lalu Mustarip, salah seorang warga.

Mewakili yang lainnya, Mustarip mengaku kebiasaan jalan-jalan ke taman selepas salat subuh merupakan hal yang hampir setiap hari dilakukannya. Tujuannya, selain untuk kebugaran dan kesehatan, bisa juga untuk bersosialisasi dengan masyarakat. a�?Lagi pula sangat dianjurkan untuk tidak tidur selesai salat subuh ketika di bulan puasa. Ya, kami isi dengan kegiatan seperti ini. Selain untuk kesehatan kan bisa saling berbagi pikiran dan pengetahuan tentang agama,a�? sambung pria yang pernah menjabat Kepala SMAN 1 Narmada ini.

Beabagai persoalan tentang agama di diskusikan sambil berjalan. Sehingga secara tidak langsung, aktivitas berjalan kaki tersebut sebagai ajan majelis taklim berjalan.

a�?Banyak manfaatnya,a�? cetus salah seorang warga. Warga merasa kebiasaan ini bisa membuat badan tetap segar saat menjalani aktivitas seharian meskipun sedang berpuasa. Untuk itulah, Mustarip yang tinggal du Karang Baru rela datang berjalan kaki bersama teman-temannya sambil menunggu matahari terbit sebelum memulai aktivitasnya.

Jika Lalu Mustarip berjalan bersama teman-temannya, H Nasrun memilih sendirian. Menggunakan pakaian serba putih, pria yang mengaku berasal dari Dasan Agung ini rutin setiap pagi jalan kaki ke Taman Udayana. Ia terlihat telanjang kaki tanpa menggunakan alas sandal. a�?Ini agar kaki bisa langsung bersentuhan dengan tanah. Agar energi postif yang ada dalam tanah itu bisa diserap oleh kaki,a�? akunya.

Kebiasaan berjalan telanjang kaki di Taman Udayana ini sudah dimulai H Nasrun sejak puluhan tahun lalu. Bukan hanya ketika Bulan Puasa, namun juga pada hari-hari biasanya.

Kebiasaan ini sangat disenanginya lantaran ia merasa mendapatkan banyak manfaat. Khususnya manfaat kesehatan. Beberapa penyakit yang dideritanya berangsur-angsur membaik berkat kebiasaan jalan kaki ini. Mulai dari penyakit pernapasan, jantung, hingga obesitas dikatakannya bisa teratasi dengan kebiasaan ini. a�?Dulu setiap tidur saya kesulitan bernapas kalau posisinya tidak pas. Jantung saya terasa sesak,a�? tuturnya.

Namun, semenjak ia mulai menerapkan kebiasaan jalan kaki di pagi hari selepas salat subuh, rasa sakit tersebut mulai berkurang bahkan hilang sama sekali. Selain untuk tubuh, pikiran dikatakannya terasa lebih tenang dan lebih segar. Udara yang masih perawan belum terkena asap polusi kendaraan dikatakan membuat tubuh dan pikiran terasa lebih bersemangat. Hanya saja, ketika Ramadan, porsi jarak tempuh yang dilaluinya selama puasa dikurangi.

a�?Kalau hari biasa, saya berangkat dari rumah mengitari Jalan Udayana ini sampai depan eks bandara Selaparang. Sekarang cukup setengah lintasan saja,a�? katanya sambil berjalan cepat.

Tak mau kalah, para ibu-ibu yang juga memiliki kebiasaan berjalan kaki selepas salat subuh juga mengutarakan manfaatnya. Munafaah, salah seorang ibu rumah tangga mengaku merasakan perbedaan sebelum memiliki kebiasaan ini dan setelahnya. a�?Kalau dulu, badan terasa cepat sekali lelah. Tapi semenjak saya biasa jalan pagi malah kini jadi lebih semangat melaksanakan aktivitas sehari-hari,a�? katanya.

Untuk itu, kebiasaan jalan kaki selepas salat subuh dianggap sebagai kebiasaan sederhana yang menyehatkan dan banyak manfaat. Namun satu catatan kebiasaan warga Mataram yang datang ke Taman Udayana selepas salat subuh. Mereka mengaku cukup terganggu dengan aktivitas remaja yang bermain petasan.

Suara petasan yang menggelegar kadang membuat warga merasa tidak nyaman. Apalagi mereka yang tidak terbiasa dengan suara petasan atau memiliki penyakit jantung. a�?Itu sangat mengganngu. Karena kami ke sini kan mencari ketenangan.a�? Tandasnya. (Hamdani Wathoni/Mataram/*)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *