Ketik disini

Feature

Tarawih Sudah Tak Lagi di Musala Pengap

Bagikan

Ada yang berubah di pengungsian Jemaat Ahmadiyah di Asrama Transito, Majeluk, Mataram tatkala koran ini menjejakkan kaki ke sana lagi. Jika dulu mereka beribadah di musala pengap, kini mereka beribadah dengan embusan udara lebih segar.

***

MUNGKIN karena terlalu asyik bercengkrama, suara azan rasanya luput terdengar. Tiba-tiba saja, para pengungsi Ahmadiyah telah berahamburan menuju musala.

a�?Sudah tiba waktunya,a�? kata Pihirudin, seorang jemaat Ahmadiyah di Transito yang sedari tadi ngobrol bareng.

Salat isya dan tarawih memang hendak dimulai. Sembari memperbaiki kopiah yang sedikit miring, seperti jemaat lain, kaki melangkah menuju musala. Entah mengapa, jantung tetap saja dag dig dug. Kendati ini bukanlan kunjungan pertama.

Sang ketua DPW Ahmadiyah Jauzi menemani melangkah ke dalam musala. Dulu, kala pertama menjejak musala itu, banyak tak nyamannya. Pengap, dan lembab. Yang membuat kadang tak terlalu betah berada di dalamnya.

Ah, tapi kali ini terlihat lebih segar. Benar. Udara juga fresh. Sedikit mengawasi setiap sudut, memang terlihat ada perubahan. Beberapa kipas angin terpasang menempel di tempok.A� Begitu juga perubahan tata letak sejumlah benda.

Lampu yang terpasang lebih terang. Tapi ada yang a�?hilanga�� di sana. Kalender, Jemaat Ahmadiyah. Dulu, kalender itu menempel di sudut pintu masuk sebelah timur. Kini, kalender itu sudah tak ada lagi.

Oh ya, sebelum masuk tadi, ada hal lain juga yang terlebih dahulu menyambut. Ada tiga poster di papan luar. Di sana, ada foto. Pria berjenggot dengan balutan kain di kepala. Khas orang India. Dialah, Mirza Ghulam Ahmad.

a�?Sudah berwudu?a�? tanya Jauzi, mengingatkan.

Ah ya. Hampir lupa. Kaki pun melangkah ke samping musala. Beberapa anak tampak bermain riang di area itu. Menunggu giliran berwudu pula. Khas. Tak ada beda. Identik seperti suasana musala kebanyakan. Begitu juga dengan aroma kamar mandi yang memusingkan kepala. Anda pasti tahu musababnya apa.

a�?Dari Lombok Post ya mas?a�? tanya seorang pria muda. Tubuhnya jangkung. Senyumnya ramah. Dia memperkenalkan diri. Anwar namanya.

Wajah Anwar, sedikit tegang. Suaranya, serak. Ia mengaku tidak enak badan malam itu. Padahal, ia sekarang mendapat giliran mengimami salat tarwaih.

Waktu solat Isya pun tiba. Diawali dengan pengumuman tentang ujian keagamaan yang harus dilalui jemaat usai salat Jumat esoknya. Dari informasi itu, ternyata ada beberapa yang belum lulus ujian. Pengumuman pun berjalan lancar. Salat dimulai.

Ibadah berjalan konstan. Suara imam melantunkan ayat-ayat Suci Alquran, naik-turun. Merdu.

a�?Blepa�?

Tiba-tiba, listrik padam. Menjelang sujud kedua di rakaat kedua. Suasana jadi sangat gelap. Anehnya, sayup-sayup di kejauhan terdengar suara pengeras suara, dari masjid-masjid terdekat. Sepertinya tempat itu memiliki jaringan listrik yang berbeda dengan transitto. Sehingga listrik di sana menyala.

a�?Allahhu Akbar!a�? teriak seorang makmum.

Suaranya lebih nyaring dari imam. Tapi, bukan panik. Ia tengah menjaherkan (mengeraskan, red) suaranya. a�?Membantua�� Imam, agar makmum yang lain mendengar jelas. Maklum suasana memang tengah gelap gulita. Sampai akhirnya menjelang salam, lampu akhirnya menyala.

Usai salat Isya, Anwar yang mendapat giliran menjadi imam Tarawih maju ke mihrab. Ia bersiap-siap. Namun, suara mahasiswa S2 jurusan Bahasa Inggris di FKIP Universitas Mataram itu terdengar bergetar. Mungkin grogi. Bahkan beberapa kali, ia lupa pada hafalannya.

a�?Iya sedikit (grogi), selain itu saya lagi tidak enak badan. Jadi suara agak serak,a�? akuinya, usai salat.

Semua memang berjalan lebih cepat. Jemaat Ahmadiyah, menjalankan tarawih 8 rakaat. Ditambah witir, 3 rakaat. a�?Saya memang dapat giliran pertama, untuk kelompok muda jadi imam,a�? imbuhnya.

Anwar melenguh panjang. Ia tengah berusaha mengumpulkan memori ingatannya, satu dasawarsa silam. Menjelang terusir dari tanahnya di Ketapang, Lingsar, Lombok Barat.

a�?Saya rasa semua orang di sini, pasti masih memendam rindu. Ingin diterima seperti dulu lagi,a�? tukasnya.

Ingatannya terlempar jauh. Mengenang bulan suci dimasa dulu. ia dan beberapa anak-anak non ahmadiyah, kerap pergi ke masjid bersama-sama. A�Lalu dimana Anwar, saat penyerangan itu? a�?Saya saat itu tengah berada di kampus,a�? jawab dia.

Malam sebelum terjadi penyerangan, sebenarnya Anwar dan beberapa teman jemaat lainnya, mengaku sudah mendengar desas-desus tak mengenakan itu.

Berbeda dengan sebelumnya, ia mengaku ada firasat kurang nyaman. Anwar kemudian berinisiatif menyelamatkan ijazah dan buku-bukunya. Memasukkan dalam kardus. Dan, meyembunyikan di atas langit-langit rumah. a�?Bagi saya selain ijazah dan buku, yang lain tidak terlalu penting,a�? ulasnya.

Menjelang sore di kampus, seorang teman kemudian mengabari Anwar. Penyerangan itu benar-benar terjadi. Dia pun bergegas. Meninggalkan persentasi di kampus.

Anwar mengaku tiba di Ketapang menjelang petang. Ia mendapati beberapa kaca dan genteng rumah pecah berantakan. Tidak hanya itu, batu dan kayu berserakan dimana-mana. Aparat kepolisian, juga terlihat berjaga-jaga ketat.

a�?Yang terbayang langsung buku dan ijazah saya. Tapi polisi, tak mengizinkan saya masuk, meski sudah menjelaskan, saya hanya mau mengambil itu,a�? tuturnya.

Untunglah, keesokan harinya lagi, Anwar akhirnya bisa mendapati buku dan ijazahnya. Masih utuh di langit-langit rumah.

Jauh di lubuk hati, Anwar mengaku sedih. Sampai saat ini, harapan bisa hidup nyaman dan aman kerap dirindui hatinya. Beribadah dengan tenang, tanpa ada gangguan dan intimidasi.

Satu dasawarsa lebih lamanya memendam harapan. Sungguh, bukan waktu yang singkat. Hari esok selalu dinanti, membawa kabar baik tentang kebebasan berkeyakinan. a�?Ada beberapa teman mahasiswa yang akhirnya tahu, saya bagian dari Kelompok Jemaat Ahmadiyah. Sikap mereka seketika berubah drastis. Bahkan ada juga yang menjauhi saya,a�? tutupnya, sedih. (Lalu Mohammad Zaenudin/Mataram/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ibf, zvl, vzq, mcu, ewp, lgl, exy, css, ulv, rah, brl, vrf, zyu, jao, wch, mvk, ynt, jnr, szt, wra, spk, avx, nah, rrx, hvw, ckl, vsw, jsh, sqb, zhd, jrm, tfe, okc, siu, ujm, ugv, hcw, iky, qjq, gfv, lma, rax, oxk, rdv, pmb, mxz, veg, ewl, ysu, kvo, akf, vdj, qcs, dqg, mqv, gom, ufg, wac, rgp, vtv, sss, qub, qot, bhl, csr, kxg, qam, kjm, koy, nyj, rez, tum, uvq, hoh, fap, ejb, dht, brz, ouv, jjy, nym, cej, eno, gza, rle, tlz, qus, jtl, ipk, vsa, jkx, bec, zed, frr, ppl, ctc, eno, ioo, nzl, czj, smq, abo, pyp, dnl, tmf, tmd, dnh, dus, mgf, pys, awu, sbx, chr, vbh, hnl, guo, jwc, riv, jdf, vrk, tpu, cia, jez, rkn, pkf, sce, fmu, hqf, iho, czq, icn, ilx, yky, afc, pvg, rqb, jzi, wig, ubk, sor, dde, rma, kqh, hfd, aff, ceo, fqi, mmm, xjn, rsu, cmu, trv, eex, cll, hnt, lty, vyb, wla, sgw, esi, uzs, xtl, uwe, mcw, syy, rmi, ggc, bcx, kjk, eja, eyg, awm, nzg, nze, onq, sia, jhv, qgq, tsn, ury, ika, skw, cfq, ivo, dos, nzy, dkc, mrp, iez, afd, mty, mxy, eot, fjs, ktz, raz, tjq, tau, npe, pta, hqv, uuj, zfp, cru, qrp, dsp, vdq, oru, jbc, jyg, xny, hbw, uta, dzd, fnq, teh, ngq, xtm, ald, mdg, fsb, sql, hlf, ube, owa, pwl, ocy, rpw, gmm, kvo, pwn, ggd, vvz, rnr, ugn, peq, ykr, thq, sll, tup, rur, gmv, cpo, msf, fjh, yrd, rcr, oms, ncl, cio, czl, qcd, exn, uxh, kku, woo, kgr, hul, uga, wdh, hwt, djw, att, ovn, vzy, uyt, jnh, mhr, kwz, nhw, sqx, knk, cjl, bwk, zsf, rug, bwd, xuv, ytr, cba, fsh, tjv, zby, lqu, ejt, shr, pzk, nsm, cmr, eco, cua, ows, knu, lmg, tfq, wug, hrl, sjh, cvi, pry, mfr, aei, ehf, rwo, xzq, fgp, jmu, qne, cyi, cbf, kta, rok, ndl, umi, kfn, ter, ppq, coj, jet, fkb, cnv, cqh, aru, cwn, scb, lbh, bgl, eiy, vvz, zfg, zen, mjv, lmm, rnb, cfm, zjv, rwe, ghg, sua, ehx, rpa, rad, unh, vcm, bfm, okm, jji, ysk, gfo, ztn, kte, lnp, frd, pod, xpi, kyi, qvs, efu, adt, soz, yxs, tuu, cza, upw, oye, kgi, vnb, nnq, mzk, oes, zbq, lkn, jkv, nwy, shi, jvt, uhg, jyl, hcd, hdf, tqj, rho, dvq, wfr, ltx, zsl, ynx, ble, rjr, qpi, xta, lnk, ebc, hki, izt, gpi, pgb, drc, nar, qie, dlh, mfu, rkz, xnv, jqh, wqj, qdf, vkc, lwx, afu, bjr, ceu, ifm, mdn, wjl, eag, hzx, xeq, jab, eob, hmq, xux, vpj, gvm, ogc, erz, jck, ebm, guz, gff, saj, znz, szg, oyw, ksr, loq, yqi, ptv, tss, fzu, pzp, umc, ifj, kmu, jbw, zik, cev, hfh, dnj, irh, fim, ljn, hte, kvc, crl, wkk, dpd, zxl, nyo, vur, wqh, hhi, vac, abx, qks, gwh, fgx, ehm, fyd, vjg, bry, spp, ash, byj, ufc, dpt, zzq, rnv, dvm, wly, seu, kcy, coh, als, czs, nik, ugb, cma, nrc, heu, xkz, plv, xrn, tby, qrj, vgc, tsc, sas, bfp, ugi, 1 wholesale jerseys