Ketik disini

Dialog Ramadhan

Cermin Terbaik umat

Bagikan

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Al-hamdulillah, segala puji hanya bagi Allah penguasa jagat raya ini atas semua nikmat dan karuniaNYa, terutama sekali nikmat iman dan islam. Selawat dan salam kepada Rasulullah saw juga kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau.

Pembaca Rahimakumullah

Dalam Alquranulkarim tidak sedikit diceriterakan kisah umat-umat terdahulu, baik mereka yang berhasil mempertahankan keimanannya, maupun dalam menunjukkan prestasi-prestasi mereka. Sebagaimana yang dicapai oleh Raja Zulkarnain yang disebutkan dalam surat Al-Kahfi dari ayat 83 sampai ayat 98.

Demikian pula kisah dihancurkannya Abrahah dan kaumnya yang dikenal dengan Ashhaabulfil (pasukan bergajah). Mereka dibinasakan oleh Allah swt sehingga mereka dijadikan seperti daun-daun yang dimakan ulat.

Dipaparkannya kisah umat-umat tersebut agar menjadi pelajaran penting bagi umat islam untuk meraih kesalamatan dunia dan akhirat, terhindar dari kebinasaan dan kegagalan dunia dan diakhirat kelak.

Panduan dari yang Mahakuasa dan Mahabijaksana tersebut menjadikan mereka umat yang terbaik dalam segala sisi. Hal tersebut ditunjukkan secara jelas dalam realita panggung kehidupan, dimana umat lain merasa kalah sebelum dikalahkan di medan perang. Atau mereka takluk sebelum ditaklukkan.

Untuk itu umat islam harus bercermin pada periode terbaik umat islam yaitu umat islam pada zaman Rasulullah saw, dan pada periode sahabat dimana para sahabat sangat kuat berpegang pada tali Allah (Alquran) dan panutan terbaiknya yaitu Nabi Muhammad saw.

Kondisi di atas tidak dapat dilepaskan dari kehadiran seorang pemimpin yang tangguh secara pisik, dan juga nilai-nilai dasar yang diembannya yaitu kebenaran, keadilan, kejujuran dan amanah. Demikian juga sifat-sifat para pengikut atau rakyat yaitu adanya sikap ketaatan dan kesetiaan terhadap pemimpinnya.

Bila kondisi tersebut tercipta, maka kesejahteraan lahir bathin pasti terwujud. Orang kaya tidak merasa lebih segala-galanya dengan orang miskin, begitu sebaliknya orang miskin merasa tidak hina di hadapan orang kaya.

Dengan demikian, komunikasi dan hubungan mereka menjadi lancar, orang miskin tidak berkeluh kesah karena kemiskinannya, tumbuh dalam dirinya rasa hormat dan bersyukur dengan keberadaan orang kaya.

Tidak ada dendam, iri hati, bahkan mereka ikut bertanggung jawab untuk menjaga harta orang kaya. Sebaliknya mereka (orang kaya) akan membuka hati selebar-lebarnya untuk membantu kebutuhan orang miskin. Bahkan bisa jadi tidak sedikit orang yang merasa bahagia dengan kemiskinannya, dan orang kaya merasakan kebahagiaan orang miskin lebih bahagia dari dirinya.

Pembaca Rahimakumullah

Mari kita tanamkan kedalaman hati kita sedalam-dalamnya, bahwa iman dan taqwa adalah anugerah Allah yang paling tinggi nilainya dibandingkan pemberian lainnya yang kita terima. Kalau hal tersebut belum kita rasakan dalam hati, maka kita memohonnya siang dan malam sampai kita mendapatkannya.

Apabila telah kita dapatkan, maka mohonlah kepada Allah keabadiannya sampai kita meninggal dunia dalam khusnul khotimah, amin. Dan bila orang tua kita meninggal dunia, jangan menyesali kepergiannya menghadap ilahi lantaran tidak meninggalkan harta benda yang banyak, tapi berbahagialah bila keduanya meninggalkan nilai iman dan taqwa terhadap dirimu, sebab engkau telah ditinggalkan kekayaan yang tidak terhingga nilainya.

Semoga Allah menetapkan iman dan taqwa kita, amin. (r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *