Ketik disini

Metropolis

Nakal, Gembok Saja Pak!

Bagikan

MATARAM – Kepala Bidang LLAJ Disbubkominfo Kota Mataram, Mahfudin Noor, mengaku telah menyiapkan sekitar 10 gembok roda mobil untuk menindak para pengendara yang parkir sembarangan. Bahkan rencananya, jumlahnya akan  ditambah 10 unit lagi, sehingga Dishubkominfo bisa lebih leluasa memberi sanksi pada pengendara nakal.

“Kita ada sudah sekitar 10 unit, itu panjangnya satu meter. Nanti kita tambah sepuluh lagi,” kata Fudin.

Pemberlakuan gembok roda mobil, diberlakukan bagi kendaraan yang melanggar aturan parkir. Hal ini menyusul dengan berlakunya, perda parkir nomor 7 tahun 2015 yang disahkan 15 September 2015 lalu. “Sekaligus pemberian surat tilang atas pelanggaran mereka,” ujarnya.

Fudin menambahkan, memang harus ada pemberian efek jera, agar pengendara patuh terhadap aturan yang ada. Jika tahapan sosialiasi sudah diberikan, tetapi pengendara tetap ngeyel memarkir kendaraan di tempat-tempat yang bukan seharunya tepat parkir, maka tindakan tegas akan diberlakukan.

“Ini sudah sesuai dengan petunjuk teknis dalam perwal,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Kota Mataram, H Khalid menyebutkan dirinya akan turun sosialiasi, setelah melakukan rapat internal hari ini. Ia menargetkan antara Kamis dan Jumat sudah turun ke lapangan untuk sosialisasi langsung peraturan baru terkit parkir. Sekaligus mulai mendistribusikan karcis pada tukang parkir.

“Ini kan besok (hari ini) saya rapat, Insya Allah, Kamis atau Jumat kita mau sosialisasi langsung eksekusi (tarik retrebusi parkir), saya ingin langsung pantau di lapangan,” ujar Khalid.

Namun, langkah persuasif akan dikedepankan terlebih dahulu. Karena ia yakin, masih banyak masyarakat yang belum tahu aturan ini. saat ini, ia hanya ingin memasifkan untuk distribusi, karcis parkir pada semua tukang parkir di Kota Mataram.

“Ya kita tahan dululah (tindakan peggembokan) di bulan puasa ini, tapi setelahnya kalau sudah sosialiasi dan sebagainya, baru kita tindak tegas,” jawab dia.

Khalid juga berencana memangkas birokrasi penyerahan retribusi parkir, dengan meniadakan lagi colector. Nantinya, peran colector akan diubah menjadi tim pengawasan di lapangan. Sementara, tukang parkir diminta langsung menyerahkan pada Dishubkominfo melalui UPTD Perparkiran. “Jadi saya mau pangkas birokrasinya, biar lebih cepat dan efisien,” tandasnya.(cr-zad/r6)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *