Ketik disini

Selong

Sekaroh Masih Buntu, SDN 7 Terara Naik Level

Bagikan

SELONG – Dua kasus besar yang kini sedang ditangani Kejaksaan Negeri Selong berjalan beda arah. Kasus pertama menyangkut Hutan Sekaroh yang terkesan masih jalan di tempat, sedangkan kasus SDN 7 Terara segera naik statusnya. ”Kami terus dalami keduanya,” kata Kasi Pidsus, Kejari Selong Iwan Gustiawan, kemarin (14/6).

Terkait kasus Hutan Lindung Sekaroh dijelaskan pihaknya masih fokus pada dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan jabatan dalam proses sertifikasi tanah. Persoalannya tanah-tanah tersebut berada dalam kawasan hutan lindung. ”Bukti surat yang ada juga dipelajari terus,” ujarnya.

Namun satu hambatan muncul dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Timur (Lotim). Instansi tersebut belum juga menyerahkan sejumlah dokumen yang diminta. ”Sikap kooperatif BPN dalam mendukung kasus ini sangat diperlukan,” ujarnya.

Agar tak terkesan menghalang-halangi tugas penegak hukum, penyidik meminta BPN segera menyerahkan dokumen yang dimaksud. Seperti biasa, tak ada yang bisa diklarifikasi di BPN Lotim. ”Saya bukan pimpinan di sini, tak berani bicara,” kata seorang petinggi setempat menolak diwawancara.

Sedang kasus kedua menyangkut SDN Tujuh Terara menunjukkan perkembangan signifikan. Sejak kemarin, sudah diterbitkan Surat Perintah Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan sekolah tersebut. Surat panggilan pada 20 orang saksi sudah dilayangkan. ”Mereka adalah saksi yang akan diperiksa pekan ini sampai pekan depan,” jelasnya.

Sementara itu Dikpora Lotim sebagai leading sector pembangunan tersebut hingga kini masih menutup diri. Kadis Dikpora Lotim Mahsin dalam sebuah kesempatan memilih menghindar ketika ditanya masalah tersebut. ”Nanti saja, saya ada urusan lain,” ujarnya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *