Ketik disini

Headline Kriminal

Bandar a�?Nyanyia�? Jaringan Narkoba Terungkap

Bagikan

MATARAMA�- Tim Ditresnarkoba Polda NTB membongkar komplotan pengedar narkoba jenis sabu, Senin (13/6). Penangkapan itu berawal dari tertangkapnya buronan berinisial DW yang dituding polisi merupakan pengedar narkoba di Gerung, Lombok Barat (Lobar). Darinya polisi menyita 7,4 gram sabu dan alat hisapnya.

a�?Kita mengungkap komplotan ini selama dua hari,a�?A� kata Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB, AKBP Cheppy Ahmad Hidayat dihadapan wartawan saat ekspose, kemarin (15/6).

Dari keterangan DW polisi bergerak menangkap DN di Labuapi. Di lokasi itu ditangkap dua rekan DN bersama sabu 8,4 gram. Dari mulut DN kemudian muncul nama JN yang ditangkap kemudian. Di lokasi tersebut disita sabu lebih dari empat gram dan uang tunai Rp 8,6 juta

a�?Kita tangkap JN itu saat bersama seorang perempuan,a�? ujarnya.

JN juga a�?bernyanyia�? pada polisi. Hasilnya AP ditangkap di Sesaot Lobar. Bersama 24 poket seberat 18,4 gram.A�a�?Kita berhasil menangkap AP itu sekitar pukul 03.00 Wita,a�? jelasnya.

Keesokan harinya, polisi terus melakukan pengembangan. Hasilnya polisi menangkap pelaku lain berinisia B di kawasan Bertais Mataram. Total, sari jaringan ini polisi menangkap empat terduga pengedar A�dan delapan pengguna. Sementara itu, dari hasil tes urine, semua pelaku yang diamankan polisi positif menggunakan narkoba.

a�?Delapan pengguna itu akan diserahkan kepada BNN untuk dilakukan rehabilitasi,a�? imbuhnya.

Sementara itu di Lombok Timur polisi menangkap dua warga terkaitA� berinisial LHA� dan LN di Tebaban, Suralaga, Selasa (14/6) dinihari. Kasat Narkoba Polres Lotim AKP Prayit Hariyanto menyebut keduanya sudah lama menjadi incaran polisi karena diduga terlibat peredaran gelap narkoba. Bersamanya disita 1,06 gram sabu, HP dan sejumlah uang tunai.

a�?Semoga bandar yang lebih besar bisa tertangkap,a�? katanya berharap.

Pelototi Narkoba Masuk Lapas

Sementara itu terkait peredaran narkoba di A�Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Mataram. Kepala BNN Provinsi NTB Kombes Pol Sriyanto mengatakan, pengedar akan menempuh berbagai cara untuk memasukan narkoba ke dalam Lapas. Terbaru, mereka berusaha mengelabui petugas dengan menyelipkan dalam nasi bungkus.

a�?Kami akan terus pantau, terutama mencegah narkoba masuk Lapas,a�? tegasnya.

Ia mengaku, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Lapas. Langkah tersebut untuk memastikan masuknya narkoba dapat ditangkal.a�?Koordinasi tetap jalan dan meminta pintu penjagaan diperketat,a�? tegas dia.

Pencegahan tidak sebatas memperketat pengawasan, menurut Sriyanto, pihaknya rutin merazia kamar-kamar warga binaan. Tentu razia itu bekerja sama dengan pihak Lapas dan Kemenekumham NTB. Untuk itu, pihaknya terus meningkatkan koodinasi dengan para sipir guna memperketat pengawasan. a�?Jangan sampai lengah,a�? tandas dia.

Sementara, Kepala Kemenkumham NTB Sevial Akmily berkali-kali mengingatkan kepada sipir. Ia meminta mereka mewaspadai masuknya narkoba. Karena Lapas dan Rutan rawan disusupi barang haram tersebut.

a�?Kalau ada sipir terbukti dan terlibat narkoba, akan diberikan sanksi berat. Bisa-bisa pemecatan,a�? katanya, belum lama ini. (Arl/yuk/jlo/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

2 Comments

  1. Arif 17 Juni 2016

    Kepala BNN Provinsi NTB Kompol Sriyanto
    Kombes,bukan Kompol

    Balas
    1. Redaksi Lombok Post 18 Juni 2016

      Terima kasih atas koreksinya 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *