Ketik disini

Selong

Jembatan Sekarteja Ambruk, Enam Warga Tewas Terkubur

Bagikan

SELONG – Jumlah korban dalam ambruknya jembatan di Sekarteja, Selong, Lombok Timur (Lotim) bertambah. Hasil evakuasi tim gabungan hingga sore kemarin (16/6) menunjukkan jumlah korban tewas tercatat enamA� orang.

Lima diantaranya adalah Khairul Anwar, M Yasiruddin, M Yusriandi dari Sekarteja, Akmaludin dari Montong Gamang,A� dan seorang lainya bernama Muliadi. Selain itu ada juga enam korban luka yang masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.

Dua diantaranya merupakan pengawas proyek dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lotim yakniA� Junaidi Malni dan Edi Nurharyanto. Mereka umumnya menderita patah tulang dan memar akibat tertimpa reruntuhan.

Hingga kemarin proses evakuasi masih berlanjut. Petugas yang sempat menghentikan pencarian saat tengah malam, kembali melanjutkan tugasnya. Itu setelah seorang warga datang dan menanyakan keluarganya yang belum pulang.

a�?Tim masih berjuang, kami angkat satu demi satu,a�? kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim M Takdir Ilahi yang turun langsung ke lokasi.

Proses evakuasi ini sendiri menjadi pusat perhatian warga. Sedari pagi, ratusan masa menyemuti lokasi. Tak peduli dengan sejumlah garis polisi yang telah terpasang, mereka terus merangsek, ingin mengetahui langsung perkembangan proses evakuasi.

Dari kedua arah sungai masa terus berkumpul, tak sedikit yang langsung turun ke dasar sungai. Petugaspun tampak kewalahan.

Sementara itu terkait insiden ini aparat kemanan kini terus menyelidiki. Dugaan adanya kesalahan dalam pengerjaan proyek semakin mengemuka. Terlebih peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa.

a�?Jelas ada yang salah, kalau tidak tak akan roboh,a�? kata Kasat Reskrim Polres Lombok Timur (Lotim) AKP Wendi Oktariansyah, kemarin.

Wendi, yang yang terus berada di lokasi kejadian hingga Rabu dini hari, mengatakan langsung mengumpulkan sejumlah data.

Sembari membantu proses evakuasi, seluruh anak buahnya saat itu juga mengambil sampel. Mulai dari semen, batu, kerikil, pasir, hingga besi yang digunakan dalam proyek tersebut sudah dikumpulkan.

a�?Semua saya suruh ambil foto sebanyak mungkin,a�? katanya.

ahkan dalam waktu satu malam, tiga orang sudah dimintai keterangan. Mereka adalah pekerja, pengawas lapangan, dan manager proyek. Penyelidikan lanjutnya terus dilakukan. Itu sesuai perintah Kapolres AKBP Karsiman yang menginginkan pengusutan tuntas secepat mungkin.

a�?Manager ngaku tak tahu betul proyeknya, karena dia ada di Mataram,a�? katanya membuka kejanggalan pertama.

Memang masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan adanya penyimpangan. Namun ia mengatakan semua kemungkinan terus didalami.

Termasuk indikasi adanya praktek korupsi. Polisi meyakini hal itu bisa saja terjadi dalam proyek senilai Rp 765 juta tersebut. Polisi bahkan mendalamiA� adanya kemungkinan pengurangan spesifikasi material proyek.

a�?Itu bisa saja, nanti kami dalami,a�? ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PU Lotim Sateriadi membeberkan fakta lain yang tak kalah mencengangkan. Menurutnya ada sejumlah syarat yang belum rampung dalam pengerjaan proyek. Pihaknya bahkan mengaku belum memberi izin dilakukannya pengecoran.

Namun hal itu tetap dikerjakan A�sebelum akhirnya jembatan setinggi lebih dari 10 meter itu ambruk dan menimpa para pekerja.

a�?Ada yang belum disepakati pelaksana dengan wakil pemda,a�? ujarnya.

Tanpa izin dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) selaku pihak yang mempunyai kewenangan, pelaksana dituding berjalan sendiri. Padahal proses administrasi yang belum rampung itulah yang menentukan arah pekerjaan nantinya.

a�?Tanpa izin, dan kami tidak tahu pengecoran dimulai,a�? jawabnya.

Namun demikian, kendati pelaksanaan bermasalah, secara perencanaan semua berjalan lancar. Tak ada hambatan berarti yang ditemukan.

Ditanya mengenai kelanjutan proyek, ia belum bisa banyak berkomentar. Kini pihaknya fokus pada penyelesaian masalah korban luka dan meninggal.

a�?Nanti pasti ada santunan dari pemerintah,a�? tukasnya.

Lombok Post yang juga memantau ke RSUD Dr Soedjono Selong, mendapati satu korban masih dirawat intensif di ruang bedah. Pasien bernama Amaq Irfan tersebut tak bisa membuka matanya yang penuh dengan semen dan pasir.

Ditemani sang istri, ia tampak terus meringis kesakitan saat dokter berupaya mengeluarkan satu demi satu butir pasir dan semen yang menutup rapat kedua matanya. a�?Aduh sakit,a�? katanya mengeluh.

Dia yang kala itu tengah bekerja tak tahu persis bagaimana kronologi runtuhnya proyek itu. yang diingatnya saat itu ia sudah tertimpa sejumlah balok kayu, beton dan material lainnya. Sejumlah warga cepat mengeluarkannya karena ia tak tertimbun penuh dan masih bisa berteriak.

Dengan luka memar di sekujur tubuh, pria Sekarteja 50 tahun itu masih harus menjalani perawatan hingga waktu yang belum ditentukan.

Seperti diberitakan sebelumnya peristiwa ini terjadi Selasa (14/6) lalu sekitar pukul 15.00 Wita. Bentang jembatan yang baru saja dicor rubuh ke dasar kali. Akibatnya sejumlah pekerja dan pengawas yang berada di bawah jembatan tertimpa reruntuhan. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *