Ketik disini

Headline Tanjung

Pemkab Harus Telusuri!

Bagikan

TANJUNG – Setelah sempat berada di kisaran Rp 110 ribu per kilo, kini harga daging sapi mengalami kenaikan.

Di pasar tradisional Kecamatan Pemenang harga daging berkisar Rp 125 ribu hingga Rp 130 ribu per kilo. Kenaikan harga ini terungkap saat Diskoperindag dan UMKM Lombok Utara melakukan pemantauan, kemarin (15/6).

Kepala Diskoperindag dan UMKM Lombok Utara Abdul Hamid didampingi Kabid Perdagangan Denda Dewi memantau pergerakan harga komoditi di pasar tradisional Pemenang.

a�?Rencananya semua pasar di lima kecamatan akan kita pantau. Kita jadwalkan selama dua hari,a�? ujar Abdul Hamid pada wartawan usai sidak.

Beberapa pedagang daging yang ditemui di pasar Pemenang mengatakan, harga untuk kualitas super atau paling baik bisa mencapai Rp 125 ribu per kilo. Namun ada juga pedagang yang menjual Rp 115 ribu per kilo yakni daging kualitas biasa.

a�?Kita belinya aja sekarang sudah Rp 110 ribu, masak kita nggak dapat untung,a�? ujar salah seorang pedagang.

Menurut beberapa pedagang, kenaikan harga ini sudah terjadi dari rumah pemotongan hewan (RPH) yakni Rp 110 ribu per kilo. Padahal beberapa hari lalu harga dari RPH hanya berkisar Rp 80 ribu.

a�?RPH ini satu-satunya pemasok daging di Lombok Utara. Kadang ada juga pedagang di pasar yang mengambil daging di Mataram jadi harganya lebih mahal lagi,a�? papar Hamid.

Bahkan Hamid tidak menampik jika ada indikasi daging-daging di RPH Lombok Utara ini dibeli oleh pedagang dari Mataram. Agar pedagang dari Lombok Utara membeli ke Mataram.

Dengan begitu otomatis harga daging akan meningkat. a�?Ulah spekulan seperti itu memang ada,a�? cetusnya.

Sementara, harga tomat dan bawang merah justru mengalami penurunan. a�?Iya beberapa turun. Kalau sayur kan tidak tahan lama jadi mau tidak mau kalau tidak laku pedagang akan menurunkan harganya,a�? katanya.

Lebih lanjut, Hamid menjelaskan sidak yang dilakukannya tidak hanya memantau harga beberapa komoditi di pasar tradisional. Pihaknya juga melihat barang-barang yang kedaluarsa dan tidak layak jual.

a�?Tadi ada beberapa pedagang yang masih menyimpan barang kedaluarsa, tapi itu untuk ditukar lagi dengan barang baru. Inilah efek positif kita sering sidak ke pasar-pasar, pedagang jadi mengerti,a�? tuturnya.

Selain itu, dalam sidak tersebut, Diskoperindag dan UMKM juga mengecek SIUP TDP para pedagang. Bagi pedagang yang belum memiliki izin diimbau untuk segera mengurusnya. (puj/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys