Ketik disini

Metropolis

Otomatis Perbaiki Akhlak

Bagikan

MATARAM – Banyak perempuan saat ini enggan menggunakan jilbab karena merasa khawatir tidak bisa mempertanggungjawabkan jilbabnya. Dalam artian, mereka takut belum bisa memperbaiki perilaku dan sikap, meski sudah mengenakan jilbab.

Pandangan ini menurut Baiq Yeyen Mardiani Anggawa sebagai sesuatu yang keliru. Ia malah berpendapat sebaliknya. “Berjilbab itu kewajiban. Yakin saja, kalau kita sudah mulai belajar untuk menggunakan hijab, maka secara otomatis akhlak dan kepribadian kita akan terdorong untuk bisa lebih baik,” kata pegawai di BPKAD Kota Mataram ini.

Ia tidak memungkiri, saat ini banyak perempuan yang masih belum bisa menjaga akhlaknya meski mengenakan hijab. Tapi ia menekankan, mereka yang mengenakan hijab adalah perempuan yang tengah berupaya memperbaiki dirinya. “Karena bagi saya jilbab adalah sarana untuk memperbaiki diri,a�? ungkapnya.

Ketika seorang perempuan mulai belajar untuk mengenakan hijab, terlepas apapun alasannya. Saya yakin dia sedang berupaya memperbaiki diri,” katanya.

Baik-buruk apa yang terjadi pada perempuan muslim yang berjilbab, ia berharap orang tidak menilai itu sebagai sesuatu yang negatif. Sebaliknya, itu dinilai sebagai sesuatu yang positif karena perempuan tersebut mau menjalankan syariat. “Jilbab itu adalah perintah Allah SWT. Kalau kita patuh, tentu kita akan di sayang. Kalau kita di sayang otomatis, segala kebaikan akan diberikan mengiringi kita,” jelasnya.

Yeyen mengaku mulai konsisten menggunakan hijab pada 2012 lalu. Ia mulai menggunakan hijab karena tergerak dari berbagai aktivitas sosial yang dilakukannya. Ia aktif dalam kegiatan sosial memberdayakan anak yatim piatu yang ada di dilingkungan sekitarnya. Bergerak secara independen dibantu keluarga, ia terus mengupayakan agar anak-anak yatim-piatu bisa dapat perhatian. Ia menggalang bantuan bagi anak-anak kurang beruntung ini.

“Kalau saya sakit atau ada masalah, ada suami dan keluarga saya yang membantu. Kalau anak yatim-piatu ini mengalami masalah, siapa yang akan membantu mereka? Di sini saya tergerak untuk bisa berbuat bagi mereka,” jelasnya.

Niat Yeyen membantu sejumlah anak yatim piatu ini mendapat dukungan dari banyak teman-temannya. Sehingga ia pun bisa melaksanakan niatnya membantu mereka.

Perlahan namun pasti, jiwa sosialnya semakin terbangun. Hubungan antar sesama manusia dirasakannya semakin terikat. “Entah kenapa, saya merasa ketika hubungan baik saya antar sesama manusia terjaga, hati saya merasa tersentuh untuk menjaga hubungan baik dengan sang pencipta. Dari sanalah saya akhirnya tergerak untuk ingin belajar memperbaiki diri dan memulai menggunakan jilbab,” akunya.

Karenanya, apapun pendapat orang mengenai hijab. Ia melihat perempuan yang mengenakan jilbab sebagai perempuan yang mau belajar memperbaiki diri untuk menjadi sosok perempuan yang lebih baik. Baik di mata manusia dan baik di mata Tuhannya. (ton/r6)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *