Ketik disini

Headline Selong

Puslabfor Janji Usut Tuntas Jembatan Maut

Bagikan

SELONG – Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Denpasar ikut mengusut kasus ambruknya Jembatan Sekarteja, Lombok Timur (Lotim).

Tim yang turun sejak beberapa hari lalu telah mengambil A�sejumlah sampel reruntuhan jembatan untuk diteliti di Bali. a�?Kami mau usut tuntas persoalan ini,a�? tegas Kepala Puslabfor Cabang Denpasar Kombes Kusnadi, kemarin.

Dia mengatakan sejumlah temuan akan dianalisa secara mendalam. Itu untuk mengungkap secara detail penyebab runtuhnya jembatan maut yang menelan enam korban jiwa tersebut. Ditanya kapan hasil bisa dikeluarkan, ia tak bisa memberi jawaban pasti.

Ada serangkaian studi ilmiah yang harus dilakukan terlebih dahulu. a�?Ada prosesnya sebelum hasil bisa dikeluarkan,a�? jelasnya.

Dari lokasi kejadian, seluruh hal yang bisa membantu pengusutan kasus telah dibawa. Dia menambahkan, besar kemungkinan pendapat para ahli terkait konstruksi beton jembatan akan dikumpulkan juga.

a�?Supaya kekayaan hasil pemeriksaan bisa diperoleh maksimal,a�? katanya yang datang langsung bersama lima bawahan lainnya.

DPRD Lombok Timur (Lotim) memastikan diri akan ikut masuk dalam masalah tersebut.Sesuai kewenangan yang dimiliki, Senin mendatang dewan sudah membuat agenda pertemuan.

Konsultan pengawas, konsultan perencana, kontraktor, hingga Dinas PU Lotim khususnya Bina Marga menjadi bagian yang akan dipanggil.

a�?Komisi IV sudah mengagendakan hal tersebut,a�? kata Ketua DPRD Lotim HM Khairul Rizal.

Menurutnya pertemuan itu dalam rangka mencari informasi dari para pihak yang terkait langsug. Jika nantinya ditemukan penyimpangan, bukan tak mungkin dewan akan mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk ditindaklanjuti pemerintah dan penegak hukum.

Menurut Rizal, yang menarik untuk dianalisa adalah, apapah pemenang tender proyek jembatan tersebut kembali mensubkontrakkan proyeknya.

a�?Itu pasti didalami,a�? katanya mengacu kecurigaan yang kini berkembang di tengah masyarakat.

Jika benar proyek tersebut kembali disubkan oleh pemenangnya, jelas menyimpang secara aturan. Selain tak bisa dibenarkan secara administrtif, mensubkan proyek jelas menurunkan kualitas. Karena pekerja selanjutnya pasti kembali mencari selisih keuntungan.

Ditambahkannya, konsultan yang merencanakan harus diperiksa juga. Apakah benar adanya konsultan resmi terpercaya atau hanya meminjam bendera saja.Kesalahan fatal dikatakan ada di perancah (penopang pengecoran). Sehingga patut diduga konsultan perencana, kontraktor, dan pengawas bertanggungjawab.

a�?Siapapun yang terbukti salah, harus dihukum setimpal,a�? tandasnya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *