Ketik disini

Metropolis

Hindari Alih Fungsi Lahan

Bagikan

MATARAM – Rencana pembangunan jalan bypass dari Pelabuhan Lembar, Lombok Barat hingga Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur terus berproses.

Visible Study (VS) atau studi kelayakan untuk mega proyek itu pun sudah nyaris rampung.

a�?VS sudah sekitar 90 persen, dikerjakan oleh balai jalan,a�? kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTB Ir. Wedha Magma Ardhi.

Dari berbagai pembahasan sejauh ini, pemerintah semakin positif untuk menggunakan konsep elevated hallway atau jalan layang dalam pembangunan bypass port to port tersebut.

Ini untuk menghindari alih fungsi lahan. Dengan terbangun jalan itu nanti, dihindari dampaknya pada penyusutan lahan pertanian.

“Makanya saat rapat dengan Kementerian PU di Jakarta ada rencana pemerintah membangun jalan layang,a�? ucap Ardhi.

Meski untuk itu, biaya yang dibutuhkan terbilang cukup fantastis yakni menapai antara Rp 4,5 hingga Rp 5 triliun. Panjang jalan layang yang akan dibangun yakni 103 kilometer.

a�?Sumber anggarannya tentu saja dari APBN,a�? imbuhnya.

Meski menyedot anggaran yang fantastis, Ardhi melihat dari sisi manfaat akan sangat besar. Dengan terbangunnya jalan itu akan menguntungkan bagi daerah.

Terlebih NTB, khususnya Pulau Lombok, saat ini menjadi wilayah yang sangat strategis karena menjadi jalur logistik nasional. Terutama untuk wilayah Jawa, Bali dan NTB.

“Nantinya bypass ini akan banyak manfaatnya, terutama dalam mendukung KEK Mandalika Resort, Global Hub dan Geopark Rinjani,” ujarnya.

Ditanya kapan bypass Lembar-Kayangan itu bisa terbangun, mantan Kepala BPBD NTB itu belum bisa memastikan.

Karena semua itu tergantung anggaran, termasuk penyusunan detail engineering design (DED) dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *