Ketik disini

Headline Metropolis

Pemkab dan Pemkot Belum Serius

Bagikan

MATARAM – Komitmen kabupaten/kota di Provinsi NTB untuk menekan laju HIV/AIDS masih dipertanyakan.

Pasalnya, baru segelintir saja daerah di Bumi Gora yang sudah memiliki payung hukum atau regulasi untuk penanggulangan penyakit tersebut.

a�?Seharusnya, setiap kabupaten/kota juga memiliki peraturan daerahnya masing-masing untuk menanggulangi HIV/AIDS,a�? kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) NTB Soeharmanto.

Diungkapkan, sejauh ini belum ada satu pun kabupaten/kota di NTB yang sudah memiliki peraturan daerah (perda) tentang penanggulangan HIV/AIDS.

Sejauh ini, baru Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang tengah melakukan pembahasan terhadap payung hukum tersebut.

Bahkan, baru Lobar dan Lombok Tengah (Loteng) yang sudah memiliki Peraturan Bupati (Perbup) mengenai penanggulangan HIV/AIDS.

Sementara, Kota Mataram sendiri masih dalam proses pengesahan peraturan walikota (perwal).

Soeharmanto menekankan, regulasi menjadi dasar dari upaya penanggulangan HIV AIDS. Adanya payung hukum menandakan komitmen suatu daerah dalam menekan laju penyakit tersebut.

Adanya perda di tingkat kabupaten/kota, diharapkan dapat mengoptimalkan upaya yang dilakukan pemkab dalam mencegah penyebaran penyakit HIV/AIDS.

Dalam perda penanggulangan HIV/AIDS bisa diatur poin sosialisasi atau promosi kepada masyarakat mengenai bahaya penyakit HIV/AIDS.

Selanjutnya mengenai upaya pencegahan penularan, upaya pengobatan penderita dan rehabilitasi penderita meliputi bagaimana agar yang terinfeksi bisa mandiri dan produktif.

Dalam perda, pemerintah juga bisa menunjukkan komitmennya dalam pemberian dukungan sarana dan prasarana agar perkembangan HIV/AIDS bisa ditekan.

a�?Kita berharap, payung hukum untuk penanggulangan HIV AIDS di kabupaten/kota bisa segera disiapkan,a�? katanya.

Terlebih, merujuk pada meningkatnya temuan kasus HIV/AIDS dari tahun ke tahun. Diberitakan sebelumnya, dalam tiga bulan pertama di tahun 2016, KPA NTB mencatat tambahan 33 penderita HIV/AIDS. Yang memprihatinkan, sebagian besar penderita didominasi oleh usia produktif.

Jika dikomulatifkan, kini terdata sekitar 515 penderita HIV dan 653 penderita AIDS. Temuan terbanyak masih didominasi oleh Kota Mataram sebesar 447 kasus, menyusul kemudian Lombok Timur sebesar 189 kasus, dan Lombok Bvarat 150 kasus.

Sekretaris KPA Nasional Dr Kemal N Siregar juga menekankan hal serupa. Ia mengingatkan pentingnya partisipasi daerah dalam penanggulangan HIV/AIDS.

a�?Daerah juga harus ada komitmen. Tidak bisa hanya mengandalkan bantuan internasional atau program pusat,a�? tegas Kemal.

Menurutnya, sangat penting masing-masing kabupaten/kota menyiapkan payung hukumnya untuk penanganan HIV/AIDS.

Pemerintah daerah diminta tak menyepelekan program penanggulangan HIV/AIDS karena merupakan bagian dari upaya pembangunan sosial.

a�?Harus ada pendukung seperti Perda di kabupaten/kota untuk memastikan proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program penanggulangan HIV/AIDS berjalan dengan baik,a�? tegasnya. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *