Ketik disini

Headline Politika

Siap Dukung Program Pemerintah

Bagikan

MATARAM – Dewan Pimpinan Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Pusat mengukuhkan dan melantik KKK Lombok, NTB.

Proses pengukuhan dan pelantikan berlangsung di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel di Jalan Bung Karno, Sabtu malam (18/6).

Kegiatan itu dihadiri Ketua Umum KKK Pusat Tonaas Ir Jimmy H Tampi dan didampingi Pdt. Audy WMR Wuisang selaku Sekretaris Jenderal.

Selain itu hadir juga lima orang pengurus Dewan Pimpinan KKK Pusat. Hadir pula warga Kawanua yang tergabung dalam KKK dari Surabaya, Malang, dan sejumlah daerah di Jawa Timur.

Jajaran kepengurusan KKK Lombok NTB dilantik oleh Ketua Umum KKK Pusat Tonaas Ir. Jimmy H Tampi, S.E dengan prosesi adat Minahasa. Upacara pelantikan ditandai dengan membunyikan tetengkoren sembilan kali yang diiringi dengan lagu Genang Waresi.

Tonaas George William Wenas selaku Ketua Dewan Penasehat KKK Lombok memperoleh pegangan kekuatan spirit dari Tonaas Jimmy H Tampi.

Pegangan kekuatan itu dilakukan dengan menggerak-gerakkan pedang dengan tujuan menghalau kuasa-kuasa jahat yang mengganggu Tonaas George William Wenas dari arah manapun.

Selanjutnya, Ina Widiyastuty Wenas yang merupakan istri Tonaas George William Wenas memberikan makan dan minum kepada Tonaas George William Wenas yang diiringi suara tetabuhan. Kepengurusan tersebut juga didukung oleh sembilan Pakasaan atau subetnis dari Tou Minahasa.

Duduk sebagai Ketua Umum KKK Lombok NTB Joseph Ferdinando Kumayas didampingi Sekretaris Umum Djonli Berhitu serta Bendahara Umum Janti Pesik.

Kepengurusan itu untuk periode 2016-2020. Adapun jajaran Dewan Penasehat diisi oleh Tonaas George William Wenas selaku ketua dan Niko Walian selaku wakil ketua serta lima orang anggota.

Kepada wartawan, Tonaas George William Wenas mengatakan, keberadaan KKK Lombok sebagai upaya menjunjung tinggi adat istiadat dan kebudayaan Minahasa di NTB. Mereka juga mengedepankan kebersamaan dan gotong royong.

a�?Kami ingin melestarikan adat istiadat Minahasa di tanah Lombok dengan menjunjung tinggi adat istiadat suku-suku di NTB baik Sasak, Samawa, dan Mbojo,a�? tegasnya, kemarin (19/6).

Dalam perjalanannya nanti, pihaknya lebih mengedepankan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan dan kebudayaan. Kegiatan lainnya yakni olahraga, kesenian, serta kegiatan yang mendukung program pemerintah NTB.

Sementara itu, Ketua Umum KKK Pusat Tonaas Ir. Jimmy H Tampi menegaskan, KKK merupakan organisasi kemasyarakatan yang bertujuan untuk mempersatukan putra putri Bangsa Indonesia. Selain itu, KKK juga akan selalu berkumpul dan saling tolong menolong.

a�?Kami berharap KKK Lombok mendukung penuh program pemerintah NTB terutama menyangkut pelestarian budaya dan menjunjung tinggi adat istiadat setempat,a�? ujar Tonaas Jimmy.

Dia optimistis putra-putri Minahasa di NTB masing-masing memiliki talenta tersendiri dan semangat untuk ikut membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB secara bersama-sama. Menurut dia, KKK di NTB akan melakukan banyak kegiatan serta program yang bermanfaat.

Terpisah, Ketua Umum KKK Lombok Joseph Ferdinando Kumayas mengatakan, bahwa pada dasarnya perkumpulan Minahasa di NTB sudah ada sejak tahun 1960-an dengan nama Ma Esa. Bahkan saat itu, masyarakat dari tanah Manado di bawah pimpinan Gerard Robert Abram Wenas yang pernah menjabat Plt Gubernur NTB tetap menjalankan aktivitas. Belakangan, keberadaan KKK Lombok ini baru dikukuhkan setelah berkoordinasi dengan pusat di Jakarta.

a�?Bukan baru, ini sudah ada sejak lama, tapi, karena kepengurusannya belum lengkap sehingga baru dikomunikasikan ke pusat sehingga langsung dikukuhkan dan dilantik,a�? paparnya.

Tidak sekadar mengedepankan program sosial kemasyarakatan, KKK Lombok juga akan melestarikan kebudayaan dan beragam kesenian khas Minahasa.

Dia yakin kedepannya kehidupan sosial kemasyaraktan di NTB akan semakin selaras dan saling menghormati satu dengan lainnya. (tan/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *