Ketik disini

Headline Selong

Jembatan Ambruk, PU dan Kontaktor Kompak Bela Diri

Bagikan

SELONG – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lombok Timur (Lotim) dan kontraktor proyek dari CV Filar Mandiri saling mengklaim kebenaran, kemarin.

Dalam rapat dengan Komisi IV DPRD Lotim, masing-masing pihak merasa paling benar terkait A�runtuhnya Jembatan Sekarteja, Selong beberapa waktu lalu.

a�?Sejak 1998 kami sudah tangani proyek, ini adalah jembatan ke sembilan,a�? kata Direktur CV Filar Mandiri, H Salman membuka pernyataan.

Hal tersebut seolah menjadi penegas kalau perusahaannya adalah perusahaan berpengalaman. Bukan perusahaan a�?kemarin sorea�? seperti yang dituduhkan.

Dia juga membantah mensubkan proyek tersebut, tidak ada pula istilah pinjam bendera. Semua dikerjakan langsung oleh pihaknya sebagai pemenang tender.

a�?Kami terjun langsung dalam pelaksanaan sampai pengecoran itu,a�? tegas pria yang sempat mencalonkan diri menjadi Walikota Mataram 2015 lalu tersebut.

Bantahan juga dikeluarkan terkait adanya tudingan pekerja dibawah umur. Dua anak yang menjadi korban dikatakan hanya datang menyaksikan orang tuanya bekerja. Tidak dipekerjakan secara resmi oleh perusahaannya.

Salman juga membantah jika pihaknya dikatakan bekerja tanpa koordinasi. Sejak awal proses pihaknya selalu menjalankan hal itu. Komunikasi intensif terus dilakukan dengan pihak-pihak dari Dinas PU Lotim.

Bahkan penundaan pekerjaan hingga dua pekan lamanya semata dalam rangka koordinasi. Dia berkeinginan ada rapat lapangan untuk menentukan pengerjaan kala itu.

a�?Semua kita pakai bahan maksimal (terbaik,red),a�? jelasnya.

Dia tak merasa melanggar. Semua permintaan PU sudah dipenuhi pihaknya. Menurutnya keberadaan dua pengawas dari PU merupakan bukti kalau apa yang dikerjakan selama ini hingga proses pengecoran sudah diketahui dan seizin PU. Jika tidak, pastilah pihaknya tak berani melanjutkan pengerjaan.

a�?Persoalan administrasi yang belum rampung tak pengaruhi mutu bangunan,a�? tegasnya.

Tak mau kalah dengan jawaban sang kontraktor, Dinas PU Lotim juga memberikan jawabannya.Kabid Bina Marga Mudahan mengatakan ada persyaratan administrasi yang belum rampung. Hal tersebut sangat penting dan mendasar.

Persyaratan bernama MC0 tersebut menjadi acuan kerja sedari awal hingga akhir. Itulah yang harusnya menjadi patokan. Namun belum juga PU mengeluarkanpersetujuan, pengecoran sudah dilakukan.

a�?Itu patokan dalam bekerja, kami belum setujui tapi sudah mulai,a�? jawabnya.

Terkait dua anak buahnya yang sudah berada di lokasi, ia mengatakan tak tahu menahu. Hingga kini keduanya belum dimintai keterangan karena masih dalam perawatan.

Dia menegaskan tak pernah memberi perintah karena memang proses pengecoran tidak seharusnya dimulai.

a�?Saya juga tak dapat informasi apapun dari mereka,a�? ujarnya.

Hal tersebut seolah menjadi bantahan atas jawaban Salman sebelumnya yang mengatakan selalu berkoordinasi dengan perwakilan PU di lapangan.

Yang pasti saat kejadian ia mengaku tak mengetahui adanya pengerjaan pengecoran. Dia juga sedang disibukkan dengan urusan pembebasan lahan untuk pengerjaan proyek lain di seputaran Selong.

a�?Saya tidak tahu itu,a�? sanggahnya.

Anggota Komisi IV Ruspiani mengatakan apapun jawaban yang diberikan, jembatan tersebut sudah hancur.

Enam nyawa sudah melayang. Itu adalah bukti proyek tak berkualitas. Kontraktor dan PU menurutnya harus sama-sama bertanggung jawab atas kejadian ini.

a�?Jujur sajalah, kita ini sedang berpuasa, jelas ada yang salah,a�? ketusnya.

Wakil Rakyat lainnya Tanwirul Anhar menyoroti kejadian yang bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya dua proyek jembatan di Labuhan Haji juga berkualitas buruk. Satu sudah rusak sebelum digunakan, satu lagi tinggal menunggu kerusakan.

Proyek jembatan Sekarteja kali ini juga merupakan proyek kedua. Yang pertama tak pernah bisa digunakan, sedang kali ini memakan korban jiwa. Dalam catatannya ada proyek jembatan Sukadana yang sangat lamban pengerjaannya.

a�?Dari dulu PU selalu bela diri,a�? sindirnya.

Menurutnya senakal apapun kontraktor, seburuk apapun kontraktor, pengawasan tetap ada di tangan PU. Jika memang ada yang tak sesuai, seharusnya bisa diberi peringatan.

Bahkan bisa saja dihentikan paksa, diputus kontraknya. Sehingga jika pengawasan maksimal, pasti tidak ada kejadian demi kejadian.

a�?Nyawa sudah melayang sebab lalainya anda,a�? katanya menunjuk ke arah Kadis PU Sateriadi yang juga hadir dalam sidang tersebut. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *