Ketik disini

Kriminal

Kajati : SP3 Bukan Barang Haram

Bagikan

MATARAM – Kajati NTB yang baru, Tedjo Lekmono membuka tabir dibalik penghentian empat kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejati NTB.

Diantaranya, kasus Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), kasus PDAM Giri Menang, dan Kasus Padepokan Silat KONI NTB dan terakhir Kasus Paudni.

Tedjo menerangkan, dirinya pernah mendengarkan ekpose keempat kasus tersebut. Namun, Kejati NTB tidak menemukan alat bukti yang kuat dalam kasus tersebut untuk dinaikkan ke tahap selanjutnya.

Menurutnya lanjut Tedjo, pemberhentian kasus tersebut berdasarkan pertimbangan yuridis.

a�?Kita sudah menggandeng tim ahli dari Surabaya. Hingga meminta audit kerugian ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tapi, hasilnya seperti itu saja,a�? ungkapnya menjelaskan penghentian kasus DBHCHT.

Sementara, kasus Padepokan Silat KONI NTB, menurutnya A�ahli tidak menemukan spesifikasi yang bermasalah dalam bangunan itu. Demikian halnya kasus PDAM Giri Menang.

a�?Tim sudah turun langsung ke lapangan. mereka tidak mendapatkan apa yang menjadi titik laporan masyarakat,a�? ungkapnya.

A�Tedjo mengatakan, pemberhentian kasus itu sudah berdasarkan pada Standar Operasional Prosedur (SOP). Pemberhentian kasus itu juga sebagai pemberian kepastian hukum terhadap kasus yang tidak memiliki prospek kedepan.

a�?Jadi, SP3 dan Pemberhentian kasus itu bukan barang yang haram untuk dilakukan,a�? tegasnya.

Sementara itu, Aspidsus Kejati NTB Suripto Irianto mengatakan, pihaknya tidak ingin mengusut kasus terlalu lama. Karena, tindakan itu sama saja menggantung nasib seseorang.

a�?Jika tidakA� ada celah untuk kita kembangkan kasus tersebut, kita akan hentikan,a�? ungkapnya.

Sebaliknya lanjut Suripto, jika memang ada celah maka pihaknya akan cepat melakukan tindakan.

a�?Jika ada novum atau bukti baru. Kita akan kembali mengusut kasus tersebut,a�? ujarnya.A� (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *