Ketik disini

Kriminal

Larang Kembang Api Lebih dari Dua Inci

Bagikan

MATARAM – Polda NTB melarang peredaran kembang api A�dengan diameter di di atas dua inci. Pelarangan itu didasarkan atas Undang-undang Bunga Api Tahun 1932 yang tercatat dalam Lembaran Negara Nomor 09 dan Peraturan Pemerintah tahun 1940.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi menjelaskan aturan itu diperkuat dengan Perkap Nomor 2 tahun 2008 tentang pengamanan dan pengawasan bahan peledak. Dalam aturan tersebut, terdapat pengaturan ijin dan penjualan kembang api.

a�?Dalam aturannya, distributor kembang api harus memiliki ijin dari intelkam Mabes Polri,a�? jelas Tri Budi.

Jadi, dari peraturan tersebut, bagi penjual yang tidak mengantongi ijin dari Mabes Polri akan ditindak. Sementara itu, untuk mengeluarkan ijin tersebut, pihak polri akan bekerjasama dengan instansi terkait. Seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag).

a�?Kita juga tidak bisa serta merta mengeluarkan ijin itu. karena harus ada persetujuan dari instansi terkait,a�? jelasnya.

Tri Budi menegaskan, dalam aturan tersebut juga diatur spesifikasi kembang api yang boleh diperdagangkan. Diantaranya, penjual boleh menjual kembang api yang memiliki diameter dua inci.

a�?Jika pedagang memperjualbelikan kembang api diatas di ameter dua inci maka akan ditindak tegas,a�? ungkapnya.

Sementara itu, distributor yang boleh memperjualbelikan itu sudah ditunjuk oleh intelkam Mabes Polri. Melalui perizinan kepolisian daerah.

Kini Polda NTB dan Polres gencar melakukan razia. Langkah itu untuk mengantisipasi adanya penjualan kembang api secara illegal dan melebihi spesifikasi yang ditentukan.

Tri Budi menjelaskan, didalam aturan kategori petasan dengan kembang api itu berbeda. Yaitu, petasan itu meledak d ibawah tanpa mengeluarkan kembang api.

Sementara kembang api meledaknya di atas dan mengeluarkan percikan api yang berwarna warni. a�?Biasanya digunakan untuk merayakan hari besar dan pesta,a�? jelasnya. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *