Ketik disini

Bima - Dompu

Pedagang Dipungut Biaya Tambahan

Bagikan

KOTA BIMA – Pasar lebaran di Ama Hami resmi beroperasi, Minggu (19/6). Pembukaan pasar dihadiri Wakil Gubernur NTB HM Amin.

Pembukaan pasar ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh istri Wagub Hj Syamsiah HM Amin. Wagub mengapresiasi geliat perdagangan di Kota Bima.

Apresiasi juga disampaikan kepada Pemkot Bima karena memberi ruang bagi warga untuk menambah pemasukan.

a�?Ini merupakan peluang bisnis bagi warga dalam meningkatkan pendapatan. Walau itu digelar sekali setahun,a�? ujarnya, Minggu (19/6).

Menurut Amin, ide seperti ini harus dipertahankan. Bahkan pasar lebaran ini harus lebih meriah lagi, supaya Kota Bima semakin ramai dan menarik perhatian investor.

a�?Harus dibuat lebih meriah lagi,a�? saran dia.

Sementara, Kabid Perdagangan Diskoperindag Kota Bima Ratna Ningsih mengatakan, pasar lebaran kali ini diikuti 230 pedagang. Sekitar 100 pedagang tidak dikenakan biaya hingga 10 hari.

a�?Anggaran kami hanya Rp 45 juta. Itu hanya mengakomodir sewa terop 40 lokal. Pembayaran listrik 10 hari dan kebutuhan lain,a�? katanya, kemarin (20/6).

Kendati sudah dipatok 10 hari, tapi pedagang meminta ada tambahan hari pelaksanaan pasar lebaran. Mereka meminta dimajukan lima hari.

Karena anggaran yang tersedia hanya untuk 100 pedagang dan lama pelaksanaan 10 hari. Di luar itu, pedagang dikenakan biaya sendiri. Biaya tambahan itu untuk sewa terop dan listrik.

Satu pedagang biayanya berbeda-beda. Mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 50 ribu, tergantung jenis jualan dan luas lahan dipergunakan.

a�?Uang tambahan ini bukan permintaan kami, melainkan kesepakatan pada pedagang sendiri,a�? pungkasnya. (nk/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *