Ketik disini

Headline Metropolis

Saatnya Mengirim Tenaga Terampil

Bagikan

MATARAM – Provinsi NTB masuk dalam tiga besar daerah pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Sayangnya, sebagian besar mereka tidak memiliki keterampilan tinggi sehingga hanya mampu bekerja di sektor non formal seperti pembantu rumah tangga atau buruh di perkebunan.

a�?Kedepan wanita Indonesia harus lebih berkualitas. Sehingga tidak ada lagi pekerja wanita di luar negeri yang direndahkan,a�? kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise pada Pelatihan Calon Tenaga Kerja Perempuan Program Wanita Indonesia Hebat di Gedung Ibnu Sina Stikes Yarsi Mataram, kemarin (20/6).

Yohana melihat, pekerja perempuan saat ini terkendala oleh keterampilan bahasa untuk bekerja di luar negeri, terutama bahasa Inggris. Padahal, peluang untuk mengirim tenaga kerja formal atau full skill ke luar negeri sangat besar.

Ini dibenarkan oleh Deputi penempatan BNP2TKI yang mewakili Kepala BNP2TKI Ir. Agusdin subiantoro.

Ia mengungkapkan, salah satu masalah Indonesia tidak dapat memenuhi kebutuhan pekerja ke luar negeri adalah kurangnya kompetensi dalam bidang bahasa dan kompetensi keterampilan atau skill.

Ia membeberkan, permintaan TKI sangat besar setiap tahunnya, terutama untuk sektor formal yang bergerak di bidang perawatan, manufaktur, dan hospitality.

Namun, banyak tenaga kerja di Indonesia yang belum mampu memenuhi standar kompetensi yang diisyaratkan.

a�?Ke Jepang saja, kita baru bisa memenuhi kuota 60 persen. Ke Timur Tengah juga kurang dari 50 peraen. Ke Taiwan juga permintaan besar sampai 4.000 per tahun untuk bidang perawat dan lansia tetapi belum bisa dipenuhi karena kita kekurangan tenaga full skill,a�? lanjutnya.

Saat ini, lanjutnya, Indoneisa dianggap sebagai negara pengirim tenaga kerja dengan keterampilan yang rendah. Diharapkan kedepannya Indonesia dapat mengirim tenaga kerja profesional atau tenaga yang ahli di bidangnya.

NTB adalah provinsi rintisan dari pelatihan, dan nantinya akan dikembangkan di tujuh provinsi lain di Indonesia.

a�?Dengan pelatihan ini, kita dapat menutup kekurangan yang ada. Jadi tidak hanya skill yang ditingkatkan, tetapi bahasa, budaya dan kesehatan mental. Pengertian siap disini adalah siap mental, siap keterampilan dan siap bahasa,a�? harapnya.

Sekda Provinsi NTB H. Rosiady Husaini Sayuti juga menyampaikan impiannya agar Bumi Gora tidak hanya akan mengirim tenaga kerja non skill yang menjadi PRT.

Tetapi dapat mengirim tenaga kerja terampil dengan pendidikan minimal D3, baik di bidang kesehatan maupun di bidang lain. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *