Ketik disini

Selong

Tak Cuma Perempuan, Kaum Adam Tak Mau Kalah

Bagikan

Berbelanja seolah menjadi daerah kekuasaan kaum hawa sejak lama. Namun jelang lebaran, kaum adam seperti tak mau kalah. Mereka ikut berdesakan, masuk dari satu toko ke toko lain. Semua demi baju baru saat lebaran nanti.

***

WAKTU baru menunjukkan pukul 09.00 Wita ketika sejumlah toko di Pancor, Lombok Timur (Lotim) belum juga mulai membuka gerainya.

Namun hal itu tak berlaku pada sejumlah toko pakaian. Mereka umumnya sudah membuka gerainya, bersiap menerima para pembeli.

Di dalam toko, suasana ramai makin terasa. Pembeli seolah berebut mencari barang buruannya. Ada yang mencari baju, celana, rok, sandal hingga sepatu.

Semua untuk keperluan menyambut lebaran. Ya lebaran, walau masih menyisakan dua pekan lebih, bukan berarti para pemburu baju hari raya bisa berleha-leha.

Semakin lama menanti, harga dipastikan semakin meningkat jelang hari raya. Belum lagi desak-desakan yang pastinya semakin menjadi.

a�?Mumpung masih murah, makanya belanja sekarang,a�? kata Ahmad, seorang pembeli di sebuah distro besar di Pancor.

Menggunakan aneka pakaian baru seolah menjadi kewajiban bagi sebagian besar warga Lotim di lebaran nanti.

Tak hanya di toko ternama saja hal ini bisa di lihat. Di pasar tradisional pemandangannya juga serupa. Inilah yang menjadikan akhir bulan Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pedagang pakaian.

Mereka yang biasa melayani satu dua pembeli saja, kini bisa meningkat berpuluh kali lipat. Keuntunganpun dipastikan ikut melonjak.

a�?Hasil sebulan ini lebih banyak dari setengah tahun,a�? kata Surtiah, pedagang pakaian di Pasar Terminal Pancor.

Soal pembeli, saat seperti ini bukan hanya kaum hawa yang mendominasi. Di banyak pusat pakaian, kaum adam tampak tak mau kalah. Mereka rela turun gunung. Berburu seorang diri mencari pakaian yang paling cocok untuk dikenakan saat lebaran nanti.

Di salah satu toko, bahkan jumlah mereka mendominasi. Jauh lebih banyak dari para wanita yang terbiasa berbelanja.

a�?Buat lebaran, ya harus milih sendiri biar pas,a�? kata Yoni Ariadi, pemuda asal Masbagik.

Tak ada lagi istilah risih apa lagi malu dalam benak para lelaki tersebut. Yang ada hanyalah berburu pakaian terbaik untuk dikenakan saat hari raya mendatang.

Menurut Thoriq pembeli pria lainnya, jika mengandalkan istri saja, bisa jadi dapat pakaian yang tak sesuai harapan. Karena itulah dia ikut berdesakan dari satu toko ke toko lainnya.

a�?Satu kali setahun, tak apalah seperti ini, jarang-jarang,a�? katanya sambil terus memilah baju. (Wahyu Prihadi/ Selong.r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *