Ketik disini

Selong

Apa kabar Kasus Jalur Treking Rinjani?

Bagikan

MATARAM – Kejati NTB terus belum mengambil sikap terkait kasus dugaan korupsi proyek Perbaikan Jalur pendakian Kawasan Nasional Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Karena, sampai saat ini, kasus tersebut masih terkendala tim ahli.

a�?Tim ahli tidak ingin mengecek kesana,a�? kata Kajati NTB Tedjolekmono saat jumpa pers, Senin (20/6).

Ketika, Tedjo ditanyakan terkait apakah kasus itu akan dihentikan, ia belum menentukan sikap. Karena persoalannya terdapat pada ada atau tidaknya tim ahli yang akan melakukan cek fisik ke atas gunung tersebut.

a�?Itu yang menjadi kendala,a�? ucapnya.

Untuk itu, pihaknya akan mengevaluasi penanganan dugaan korupsi tersebut agar ada titik terang dan kepastian hukum.

a�?Kita harus mengambil sikap, kalau pun masih ada celahnya dimana, kita akan lanjutkan,” terangnya.

Untuk mengetahui perkembangan penanganannya, Kajati NTB berencana dalam waktu dekat melakukan gelar perkara menggelar perkara tersebut.

“Agendanya sudah kita jadwalkan dengan asisten pidana khusus, evaluasi diagendakan untuk mengetahui apakah kasus ini masih bisa ditingkatkan atau harus dihentikan?,” ucapnya.

Diketahui, perkembangan terakhir penanganan kasus masih dalam tahap penyelidikan. Anggaran tersebut menggunakan APBN yang nilainya mencapai Rp2,5 miliar tahun 2013. Fakultas Teknik Universitas Mataram yang ditunjuk untuk melakukan cek fisik belum memberikan kesanggupan.

“Kalau dari Unram tidak mau, kita akan cari ahli lainnya yang memungkinkan untuk melakukan perhitungan fisiknya,” ucap Tedjolekmono.

Kasus bermula dari laporan warga terkait dugaan proyek pembangunan jalur pendakian tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan. Diantaranya proyek pengerasan jalur pendakian dari Sembalun ke Segara Anak dan Senaru Segara Anak. (arl/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *