Ketik disini

Headline Metropolis

Sembako Murah Berujung Cek-Cok

Bagikan

MATARAM – Pasar rakyat 2016 yang digelar Diskoperindag Mataram diserbu warga. Mereka berdesak-desakan untuk mendapatkan kebutuhan pokok, kemarin (21/6).

Pasar yang digelar di kampus Universitas 45 Mataram ini awalnya berjalan tertib. Sejak pagi warga berbelanja kebutuhan pokok ke stan-stan yang ada. Mulai dari beras, minyak goreng, daging, paket sembako, dan gula yang dijual seharga Rp 10 ribu.

Tapi memasuki pukul 10.00 Wita, jumlah pembeli semakin banyak. Suasana tiba-tiba menjadi riuh di stan minyak curah. Sambil membawa jerigen dan botol plastik bekas, warga menyerbu mobil tangki pengangkut minyak.

Desak-desakan pun tidak bisa dihindari. Bahkan sempat terjadi cek cok antar warga. Tidak ada yang mau mengalah. Semua ingin kebagian lebih dulu. Penjual terdesak, pengisian minyak goreng beberapa kali dihentikan. Distributor mengancam akan pulang jika tidak antri.

Tali pembatas pun dipasang, tapi tetap tidak mempan. Warga mendesak agar botolnya diisikan dengan minyak curah. a�?Sabar buk, sabar…a�? terdengar salah seorang penjual menenangkan warga. Tapi tidak mempan.

Di sini, harga minyak curah dijual lebih murah yakni Rp 10 ribu untuk 1,5 liter minyak goreng. Lebih murah dibandingkan di pasar mencapai Rp 12 ribu.

Untuk gula pasir dijual Rp 10 ribu per kg sementara di pasar harganya Rp 16 ribu per kg. Tidak heran, hal ini membuat warga menyerbu dua komoditi sembako ini. Tapi di stan gula, kondisinya lebih tertib. Sebab pedagang menjaga ketat proses antrean.

Inaq Sarisah, warga asal Lingkungan Karang Mas-mas mengaku memborong bahan-bahan kebutuhan pokok. Seperti beras, gula, minyak goreng dan telur. Makanan ini akan digunakan untuk memasak selama puasa.

Telur dibelinya dengan harga Rp 36 ribu per tray, tidak jauh beda dengan harga di pasar. Tapi daging sapi beku kelas I seharga Rp 100 ribu per kg, gula Rp 10 ribu, minyak goreng curah Rp 1o ribu per 1,5 liter, dan beras kelas I Bulog seharga Rp 7 ribu per kg. Juga paket-paket sembako dari pasar modern.

a�?Ya beda-beda sedikit, tapi murahan di sini,a�? katanya.

Untuk gula, Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) cabang NTB mendrop sekitar 1,1 ton gula pasir. Sebelumnya di pasar murah Abian Tubuh 300 kg ludes terjual.

General Manajer PPI NTB Indrawadi mengatakan, selama pasar murah gula dijual seharga Rp 10 ribu karena disubsidi dua kali, yakni dari pemerintah dan Bank Indonesia.

Harga di pasaran masih di angka Rp 16 ribu per kg. Meski pernah dilakukan operasi pasar, namun hal ini tidak mempan. Pedagang belum menurunkan karena mereka mengaku menjual stok lama yang dibeli dengan harga mahal.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Mataram Uun Pujianto menjelaskan, pasar rakyat 2016 sudah dimulai sejak tanggal 20 Juni lalu.

Lokasi pertama di RTH Abian Tubuh, di sana warga sangat antusias dengan adanya pasar murah. Terutama gula, warga berebutan. Demikian juga pada hari kedua, warga sangat antusias.

Selain di dua lokasi itu, Pasar rakyat juga akan diadakan di tempat lain seperti Lapangan Karang Genteng Pagutan, Monjok Barat belakang Hotel Madani, Kantor Camat Ampenan dan Lapangan Karang Pule.

a�?Kita akan melakukan pasar rakyat ini sampai tanggal 27 Juni di enam kecamatan, secara bergiliran,a�? jelasnya.

Uun berharap dengan adanya pasar rakyat, harga sembako bisa ditekan. Kenaikan harga terlalu tinggi jelang lebaran bisa dicegah. Dengan pasar rakyat, pemerintah berharap bisa mengurangi beban masyarakat.

Bahan kebutuhan pokok yang dijual langsung dari distributor sehingga lebih murah. a�?Juga ada subsidi-subsidi, kita harap langkah ini bisa mengurangi beban warga,a�? ujarnya.(ili/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *