Ketik disini

Headline Sumbawa

Jaksa Periksa Kadis Peternakan

Bagikan

SUMBAWA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa kembali memeriksa saksi terkait kasus bansos dari Dinas Peternakan Provinsi NTB. Kali ini, mereka meminta keterangan Kepala Dinas (Kadis) Peternakan Kabupaten Sumbawa Syafruddin Nur, kemarin (22/6).

Sebelumnya, jaksaA� telah meminta keterangan mantan Kadis Peternakan Mukmin, yang kini menjabat Kepala BPBD.

Pemeriksaan pejabat penting Sumbawa berhubungan dengan bansos di Desa Selante, Kecamatan Plampang pada tahun 2011.

Pantauan Radar Sumbawa (Lombok Post Group), Syafruddin datang ke Kejari sendirian. Ia kemudian masuk ke ruangan Kasipidsus Kejari Sumbawa AA Raka PD.

Pemeriksaan Syafrudin ini berkaitan dengan jabatannya sebagai Kepala Bidang di Dinas Peternakan Sumbawa ketika proyek bergulir.

Syafruddin yang dikonfirmasi disela-sela pemeriksaan mengaku, dirinya dimintai keterangan terkait program penyelamatan sapi betina produktif dan program sarjana membangun desa di desa tersebut.

Penyelamatan sapi betina produktif ini, lanjut dia, bertujuan untuk meningkatkan motivasi masyarakat untuk membudidayakan ternak yang masih produktif.

Sehingga populasi ternak meningkat dan Sumbawa bisa menjadi swasembada daging.

a�?Dana bansos ini merupakan penguatan modal. Dimana dananya langsung masuk ke dalam rekening kelompok,a�? katanya kepada wartawan, kemarin.

Sementara untuk sarjana membangun desa bertujuan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM).

Nantinya SDM ini akan membina kelompok ternak. Sehingga kelompok ternak bisa berkembang dan mandiri.

a�?Hal ini yang diduga bermasalah. Karena indikasinya ada penerima bantuan lebih dari satu pada tahun yang sama,a�? imbuhnya.

Ia menjelaskan, bantuan ini diberikan kepada kelompok yang memenuhi syarat dengan berbagai kriteria. Siapa yang mengajukan proposal maka akan mendapatkan dana. Tentunya setelah melalui seleksi.

a�?Kebetulan tiga kelompok di Desa Selante, selaku penerima bantuan ini yang dipersoalkan,a�? sebutnya.

Sementara, Kasipidsus Kejari Sumbawa AA Raka PD membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Ia menjelaskan, Syafruddin diperiksa dalam kapasitasnya sebagai kabid di Dinas Peternakan Sumbawa saat itu.

a�?Yang bersangkutan masih menjabat sebagai salah satu kepala bidang saat itu,a�? terang Raka.

Selain Syafruddin, pihaknya juga sudah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak terkait lainnya.

Seperti Kepala BPBD Sumbawa Mukmin. Ia dimintai keterangannya selaku Kepala Dinas Peternakan Sumbawa kala bansos cair.

a�?Sejak Senin lalu, sekitar empat orang sudah dipanggil untuk diperiksa,a�? ungkap dia.

Lebih lanjut, Raka menjelaskan, bansos ini turun di Desa Selante, Kecamatan Plampang. Untuk program penyelamatan sapi betina produktif diberikan kepada dua kelompok. Dimana masing-masing kelompok mendapatkan dana sebesar Rp 250 juta.

Sementara untuk program sarjana membangun desa juga diberikan kepada satu kelompok dengan anggaran sebesar Rp 300 juta. Dalam hal ini, diduga pelaksanaannya tidak sesuai dengan ketentuan.

a�?Kami fokus untuk pemeriksaan saksi dalam minggu ini,a�? pungkasnya. (run/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *