Ketik disini

Giri Menang

Mencetak Ulama dan Pengusaha

Bagikan

Meski tak setua pesantren lainnya, Ponpes satu ini juga masih masuk dalam hitungan. Banyak kegiatan menarik selama Ramadan di Ponpes ini.

A�***

A�PROGRAM-program kegiatan yang dilaksanakan pada ponpes ini antara lain Tilawatil Quran, Tahfizul Quran dan kajian kitab kuning. Tak hanya memperdalam agama, ponpes ini juga melakukan pendalaman ilmu pengetahuan umum. Salah satunya kursus Bahasa Inggris dan Arab gratis.

Ponpes ini juga memiliki banyak program ekstrakurikuler. Diantaranya pramuka, drumband, pencak silat, dan sepak bola. Selain itu kepada para santri diajarkan pula berwirausaha. Tujuannya agar kelak selepas mondok, bisa mandiri dan dapat menciptakan lapangan kerja.

Menurut Ustadz Afgan Kusumanegara selaku kepala yayasan, A�selama Ramadan ini para santri fokus pada Tilawatil Quran, Thafidzul Quran dan kajian Kitab Kuning. Para santri mulai melakukan kegiatan ini seusai tarawih hingga pukul 22.00 Wita.

Di pagi harinya, santri melakukan beragam kegiatan lainnya. Biasanya berupa praktik ilmu pengetahuan yang telah mereka pelajari. Salah satu yang cukup sukses, yakni budidaya jamur tiram dan pembuatan kerupuk jamur tiram.

Semua kegiatan ini dikelola oleh santri. Mulai dari pembibitan hingga panen dan pemasaran. Jadi sambil belajar, mereka bekerja dan mendapatkan penghasilan untuk tambahan kegiatan sekolah.

Terlebih lagi saat ini santri tidak banyak berurusan dengan kurikulum. Sehingga mempermudah mereka dalam berwirausaha.

a�?Hitung-hitung ada penghasilan tambahan untuk lebaran nanti,a�? pungkasnya.

Ponpes ini didirikan oleh (alm) H Musgep, BA, pada tahun 1987. Haji Musgep sendiri adalah mantan Camat Narmada dari 1973 hingga 1983. Dia juga merupakanA� mantan Kepala Bagian Kesra Pemkab Lombok Barat.

Cikal bakal kelahiran Ponpes ini bermula dari dibentuknya diniyah pada tahun 1983 silam. Diniyah ini dibentuk guna menampung puluhan anak-anak di Dusun Tegal Meninting yang putus sekolah.

Banyaknya anak putus sekolah di dusun tersebut disebabkan faktor ekonomi. Banyak anak didik yang berasal dari keluarga nelayan miskin. Makin lama animo anak didik yang mengikuti kegiatan diniyah ini makin meningkat.

Sayangnya, pada diniyah ini anak didik belum mendapatkan materi pelajaran umum. Padahal materi ini tak kalah pentingnya dengan materi pelajaran agama.

Bertitik tolak dari keinginan untuk melengkapi kebutuhan pendidikan, H Musgep kemudian memutuskan untuk membangun sebuah madrasah ibtidaiyah (MI). Tepatnya pada tahun 1987. Madrasah ini kemudian diberi nama Madrasah Ibtidaiyah Al-Muslimun NW Tegal.

Pada awal kelahirannya, MI NW Tegal menampung dua kelas. Hampir semua murid merupakan murid diniyah. Murid agak besar ditempatkan langsung di kelas 2. Sedangkan yang masih kecil di kelas satu.

Seiring berjalannya waktu, jumlah anak didik makin bertambah. Muridnya tidak saja berasal dari Dusun Tegal, namun juga berasal dari dusun sekitar.

a�?Seperti Dusun Penyangget dan Montong Buwuh,a�? sambungnya

Pada tahun 1991, MI NW Tegal meluluskan alumni pertamanya. Di saat kegembiraan itu muncul pula keprihatinan. Sebab para alumni tersebut terpaksa harus putus sekolah kembali. Hal tersebut dikarenakan biaya sekolah yang tidak terjangkau oleh sebagian besar anak didik alumnus MI Tegal.

Melihat kondisi tersebut, H Musgep segera mengambil langkah untuk kembali menampung lulusan MI NW Tegal tersebut. Setahun berikutnya, H Musgep mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Alumnus MI NW Tegal yang sempat putus sekolah selama setahun dapat bersekolah kembali. Mereka bersekolah kembali pada siang hingga sore hari. Sebab ruang belajarnya masihA� numpang di MI Tegal.

Pada tahun 1995, H Musgep mendirikan Madrasah Aliyah (MA). Didirikannya MA ini tak lama setelah angkatan pertama MTs NW Tegal dinyatakan lulus sekolah.

Dan tentu saja hadirnya MA ini disambut gembira para alumnus MTs NW Tegal. Hampir semua alumnus langsung mendaftarkan diri menjadi murid MA NW Tegal.

Kemudian, seiring meningkatnya kebutuhan akan pendidikan tinggi, maka Ponpes Al-Muslimun NW Tegal merasa perlu untuk mendirikan perguruan tinggi.

Dan, pada tahun 2009 lalu H Musgep mendirikan Ma’had. Namanya, Ma’had Dirosatul Qur’an wal Hadits. Nama itu pemberian langsung dari Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi. (Ferial Ayu/Giri Menang/bersambung/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *