Ketik disini

Metropolis

Penerimaan Daerah Masih Belum Maksimal

Bagikan

MATARAM – Pemerintah Provinsi NTB harus lebih kerja keras untuk memaksimalkaan penerimaan daerah. Terutama yang bersumber dari pengelolaan aset dan penarikan pajak maupun retribusi.

a�?Sebesar Rp 6,5 triliun nilai aset NTB tetapi belum dapat dikelola secara baik dan benar sehingga pendapatan daerah belum maksimal sebagaimana diharapkan,a�? kritik juru bicara Fraksi Golkar NTB Nurdin pada sidang paripurna dengan agenda pemandangan umum fraksi DPRD NTB terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2015, kemarin (22/6).

Terkait pengelolaan aset ini, fraksi berlogo pohon beringin ini pun menyampaikan sejumlah saran. Diantaranya, aset yang dipihak ketigakan dengan kurun waktu yang panjang dan kontribusi minim harus ditinjau kembali. a�?Tujuannya agar tidak merugikan daerah dalam jangka panjang,a�? kata Nurdin.

Ia mencontohkan aset tetap Pemprov yang letaknya strategis dan menjadi objek strategis di tempat wisata, misalnya di Gili Trawangan.

Diberitakan sebelumnya, hingga kini, kontribusi yang diterima pemprov atas aset di Trawangan hanya sekitar Rp 26 juta per tahun. Nilai itu tentunya sangat rendah melihat perkembangan nilai aset berupa lahan di Trawangan saat ini.

Untuk itu, Fraksi Golkar mendukung dilakukannya evaluasi atas kerja sama antara pemprov dengan PT GTI yang diberikan HGU atas aset tersebut.

a�?Aset pemprov yang dikuasai oleh masyarakat juga perlu diselesaikan dengan baik,a�? imbuhnya.

Sementara, Fraksi Gerindra lebih menyoroti belum maksimalnya PAD yang bersumber dari penerimaan pajak. Fraksi ini mendorong agar data potensi pajak SKPD harus diperbarui agar bisa dinilai kinerja setiap SKPD.

a�?Jangan sampai SKPD terus beralasan objek pajak tidak aktif lagi. Target harus disesuaikan dengan potensi riil yang ada,a�? kata juru bicara Fraksi Gerindra Abdul Mutalib. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *