Ketik disini

Metropolis

Pertumbuhan Ekonomi Belum Sejahterakan Rakyat

Bagikan

MATARAM – Tingginya pertumbuhan ekonomi NTB pada kuartal pertama tahun ini tidak hanya mendulang pujian.

Sebaliknya, fraksi Partai Keadilan Sosial (PKS) DPRD NTB justru mempertanyakan korelasi pertumbuhan ekonomi itu dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.

a�?Pertumbuhan ekonomi ini masih belum optimal. Belum menguntungkan masyarakat,a�? kritik juru bicara fraksi PKS H L Pattimura Farhan pada sidang paripurna DPRD NTB, kemarin (22/6).

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi NTB di kuartal pertama ini sempat dipuji langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Orang nomor satu RI itu mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi NTB yang menyentuh angka 9,9 persen. Presiden bahkan menyebut, persentase itu adalah yang tertinggi secara nasional.

Berseberangan dengan pujian Presiden, fraksi PKS justru menilai pertumbuhan ekonomi itu tidak benar-benar dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah.

Kenyataannya, kata Pattimura, tingkat kemiskinan masih tinggi. Bahkan, kasus gizi buruk pun masih mencuat.

Fraksi PKS menyoroti, pertumbuhan ekonomi NTB hanya ditopang oleh sektor-sektor tertentu yang tidak memberikan kontribusi secara langsung pada masyarakat luas, misalnya sektor pertambangan.

a�?Sebaliknya, sektor strategis yang menyerap banyak tenaga kerja dengan tipilogi pelaku ekonomi yang dihuni masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah seperti petani, nelayan atau UMKM justru tumbuh di bawah rata-rata,a�? ungkap Pattimura.

Ia memaparkan, sektor pertanian hanya tumbuh 4,59 persen. Demikian juga dengan sektor industri olahan hanya tumbuhA� 9,09 persen.

Sektor kelistrikan bahkan tumbuh negatif yakni minus 2,31 persen, sektor pengadaan air hanya tumbuh 3,79, dan sektor akomodasi makan dan minum hanya tumbuh 3,01 ersen.

Mengacu pada fakta tersebut, fraksi PKS melihat bahwa pertumbuhan ekonomi NTB saat ini belum memberikan kemakmuran nyata bagi seluruh rakyatnya.

Dikhawatirkan, pertumbuhan ekonomi yang dicapai justru hanya semakin meniscayakan jurang pemisah antara kaya dan miskin. (uki/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *