Ketik disini

Sumbawa

Ada Indikasi Markup Harga

Bagikan

SUMBAWA – Kejari Sumbawa menemukan titik terang terkait terkait pengadaan ambulance emergency RSUD. Dari hasil pengumpulan data dan keterangan, tim kejaksaan menemukan dugaan mark-up dalam pengadaannya.

Kajari Sumbawa Paryono mengaku, timnya menemukan adanya indikasi mark-up pada proyek tersebut. Ia menjelaskan, pengadaan ambulancenya ini dari Bagian Aset Setda Sumbawa atas permintaan RSUD Sumbawa.

Dalam proses pengadaannya ada dugaan yang mengarah kepada tindak pidana korusi. Namun, untuk memastikan indikasi itu pihaknya akan melakukan pendalaman.

a�?Nanti bisa kami tingkatkan ke penyelidikan. Tapi indikasi mark-up sudah ada,a�? katanya, kemarin (27/6).

Ia menjelaskan, indikasi mark-up ini bukan hanya pengadaan pada mobil saja. Tapi, pihaknya juga menemukan indikasi mark-up pada pengadal perangkat di dalamnya.

Dugaan itu terkuak karena adanya perbedaan harga saat pengadaan. a�?Tahun ini lebih murah daripada yang sebelumnya. Itulah makanya ada indikasinya. Kita perdalam lagi benar atau tidak,a�? terangnya.

Adanya indikasi ini, sambung dia, pihaknya tinggal menyusun laporan untuk meningkatkan status perkara ke tahap penyelidikan. Mengingat status sebelumnya masih pengumpulan data dan keterangan.

a�?Semua pihak terkait juga sudah dipanggil untuk diklarifikasi. Rencananya para pihak terkait tersebut akan kembali dipanggil untuk dimintai keterangan,a�? tandasnya.

Diketahui, pengadaan mobil ambulance emergency ini diusulkan pada 2015 lalu. Usulannya disampaikan RSUD Sumbawa.

Sementara pengadaannya dilakukan Bagian Aset Setda Sumbawa. Anggarannya sebesar Rp 2 miliar. Namun pengadaannya diduga bermasalah. (run/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *