Ketik disini

Metropolis

Nasib Sekolah Swasta a�?Mengenaskana�?

Bagikan

MATARAM – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat SMA/Sederajat secara serentak se-Kota Mataram telah berlangsung sejak kemarin(27/6). Semua sekolah negeri membuka pendaftaran bagi para peserta didik baru selama tiga hari. Yakni 27-29 Juni besok.

Beberapa sekolah negeri favorit langsung diserbu para pendaftar. Sebaliknya, kondisi sekolah swasta masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Mengenaskan.

a�?Untuk PPDB sistem online ini, kami hanya menerima 120 siswa. Karena sebelumnya lewat Jalur Online bina prestasi kami juga sudah menerima 120,a�? kata Sugino, ketua panitia PPDB Online SMAN 1 Mataram.

Di hari pertama ini, hingga pukul 12 kemarin tercatat lebih dari 400 peserta sudah mendaftar. Mereka didampingi orang tuanya memadati aula SMAN 1 Mataram untuk melakukan verifikasi Nilau Ujian Nasional (NUN) dan melengkapi data yang dibutuhkan.

Akibatnya, meski dilakukan secara online, ratusan peserta silih berganti tetap memadati SMAN 1 Mataram. Begitu juga dengan yang terjadi di SMAN 5 Mataram.

Meski pendaftaran dibuka pukul 08.00 Wita. Ratusan pendaftar terlihat mengantre di depan halaman sekolah sejak pukul 07.00 Wita.

A�Berbeda dengan jalur online bina prestasi ini, siswa yang mendaftar lewat PPDB Online ini tidak perlu mengikuti tes. Kelulusan ditentukan murni dari hasil NUN. Selain itu, pendaftar juga boleh dari luar Kota Mataram bahkan dari luar provinsi NTB.

a�?Kuotanya kami siapkan 95 persen untuk siswa Kota Mataram. Sisanya yakni 5 persen dari luar Mataram,a�? jelas Sugino.

Saat verifikasi, ada beberapa pendaftar yang ditemukan mengisi jumlah nilai tidak sama dengan nilai yang tertera pada Surat Keterangan Hasil Ujian. Ini dinilai sebagai kekeliruan.

a�?Terlepas niatnya apa, kami menggapnya sebagai kekeliruan dalam mengisi,a�? kata dia. a�?Untuk itulah dilakukan verifikasi,a�? sambungnya.

Selain itu, peserta juga tidak bisa berbuat curang dengan sistem yang ada. Misalnya dengan menaikkan nilai tidak menggunakan nilai sebenarnya saat mengisi formulir.

Dikarenakan, selain melalui proses verifikasi, panitia juga telah memiliki database dari Dikpora Provinsi terkait hasil UN seluruh siswa SMP di NTB.

a�?Kalau siswa dari luar daerah, mereka harus verifikasi NUN mereka di Dikpora Kota Mataram dulu baru kemudian verifikasi lagi di sini. Bisa dikatakan tahapnya mereka dua kali. Yakni ke Dikpora dulu baru ke sekolah di Mataram tempatnya mendaftar,a�? jelas pria yang juga menjadi Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Mataram ini.

Terpisah, suasana PPDB hari pertama di sejumlah sekolah swasta sangat memprihatinkan. Di SMA Trisakti misalnya.

Meski baru pukul 12.00 Wita, stand tempat pendaftaran terlihat sepi sama sekali. Padahal di sekolah negeri, pendaftaran hari pertama dilaksanakan sejak pukul 08.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita.

Tak ada panitia PPDB yag terlihat. Yang ada hanya spanduk bertuliskan a�?Di sini tempat penerimaan siswa barua�� yang tertempel di dinding depan ruang laboratorium.

Pihak sekolah yang coba dikonfirmasi wartawan Lombok Post juga tak bisa ditemui karena tak ada satu pun pihak sekolah yang ada di sana.

Tak jauh dari lokasi SMA Trisakti, SMA Hangtuah Mataram masih terlihat dalam kondisi yang sama. Bedanya, di stand pendaftaran terdapat beberapa guru dan kepala sekolah yang terlihat menunggu pendaftar.

a�?Alhamdulillah untuk hari pertama ada empat orang pendaftar tadi. Jadi hingga saat ini sudah ada 19 orang yang daftar. Karena kami buka pendaftaran sejak 30 Mei lalu,a�? ungkap Muhiddin, Kepala SMA Hangtuah Mataram.

Dari raut wajah Kepala SMA Hangtuah Mataram, bisa dilihat rasa pasrah akan kebijakan Dikpora Kota Mataram yang dinilai tidak memihak sekolah swasta. Pasalnya, dalam PPDB online tahun ini, sekolah swasta sama sekali tidak dilibatkan.

a�?Jangankan dilibatkan, diundang rapat terkait PPDB tahun ajaran ini saja, sekolah swasta tidak pernah diundang. Dikpora Kota Mataram ini hanya milik sekolah negeri, sekolah swasta tidak dianggap,a�? katanya.

Meski demikian, SMA Hangtuah dijelaskan tidak ingin menyerah pada keadaan. Pihak sekolah gencar turun menjemput bola dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Mereka membuktikan bahwa sekolah swasta punya kualitas yang tidak kalah dengan skolah negeri dalam mendidik siswa.

a�?Dalam beberapa kegiatan akademik dan non akademik, anak-anak kami sudah membuktikannya. Biar masyarakat yang menilai dan melihat sendiri nanti,a�? tutupnya. (ton/r6)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *