Ketik disini

Kriminal

Bambang Eko Divonis 1,5 Tahun

Bagikan

MATARAM – Terdakwa kasus korupsi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Lombok Utara (KLU) Bambang Eko Subiantor divonis, kemarin (28/6). Hakim Pengadilan Tipikor Mataram menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun).

Selain hukuman badan, hakim menghukum pula terdakwa membayar denda Rp 100 juta subsidair 6 bulan penjara. Sementara, terdakwa tidak dibebankan untuk membayar uang pengganti karena telah mengembalikan kerugian negara. Hakim juga menetapkan masa penahanan yang sudah dijalankan terdakwa dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Hukuman yang diterima terdakwa ini sama persis dengan tuntutan jaksa. Sidang yang berlangsung sejak pukul 10.00 Wita dipimpin Hakim Ketua AA Ngurah Rajendra. Dalam putusannya, hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dalam dakwaan subsidair pasal 3 juncto pasal 18 UU Tipikor juncto pasal 55 KUHP.

a�?Terdakwa terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan,a�? kata Hakim Ketua AA Ngurah Rajendra, kemarin (28/6).

Dalam uraian putusan, perkara ini bermula saat terdakwa Selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menandatanganiA� kontrak pengerjaan pembangunan SPAM KLU Rp 12 miliar lebih. Berdasarkan hasil penyidikan kejaksaan ditemukan dugaan penggelembungan harga proyek tersebut. Khususnya pada item pengadaan pipa dan pembuatan instalasi pengolahan air (IPA). Akibatnya, negara dirugikan sebesar Rp 1,5 miliar.

Sementara, Penasihat Hukum terdakwa Edy Rahman mengatakan,pihaknya belum mengambil keputusan atas vonis hakim tersebut. Ia akan konsultasi dengan terdakwa dan keluarganya.

a�?Apakah nanti banding, saya harus bicarakan dulu sama terdakwa,a�? katanya di Pengadilan Tipikor Mataram, kemarin.

Terkait putusan, Edy menyerahkan sepenuhnya kepada hakim. Ia menegaskan, vonis itu kewenangan hakim. Kendati demikian, ia sebenarnya berharap terdakwa divonis 1 tahun dan denda minimal.

a�?Kita berharap vonis ringan,a�? tandasnya. (arl/jlo/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *