Ketik disini

Headline Sumbawa

Polisi Gerebek Tempat Produksi Petasan

Bagikan

SUMBAWA – Polres Sumbawa membongkar tempat produksi petasan di Desa Labuhan Sumbawa. Beragam ukuran dan jenis petasan berhasil diamankan, kemarin (28/6).

Operasi ini melibatkan puluhan personel Brimob Sumbawa. Dalam operasi ini, tim dibagi menjadi dua. Satu tim dipimpin Kabag Ops Polres Sumbawa.

Tim ini menyisir Dusun Kalibaru. Sedangkan, tim lain yang dipimpin Danki Brimob Iptu Sandro DS mengobok-obok Dusun Padak.

Hasilnya, tim gabungan mendapati tumpukan petasan di rumah warga, yang diduga sebagai tempat produksi. Petasan beragam ukuran diangkut. Ada yang berukuran kecil, sedang, besar, dan super besar.

Polisi juga mengamankan pula kembang api yang menjadi bahan pembuatan petasan. Setelah itu, semua barang bukti dibawa ke Polres Sumbawa. Penggerebekan ini disaksikan Camat Labuhan Badas, Kepala Desa Labuhan Sumbawa dan Kepala Dusun.

Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad mengatakan, sebelum melaksanakan operasi pihaknya sudah mengimbauan masyarakat melalui kepala desa dan tokoh masyarakat setempat. Termasuk para pembuat petasan.

”Yang bersangkutan (pembuat petasan) sudah kami panggil untuk kami sampaikan secara baik-baik,” tegasnya.

Karena tidak ada respon, kata dia, pihaknya bersama personel Brimob menggerebek rumah-rumah mereka. Petugas pun meemukan puluhan petasan siap edar.

”Mereka ini sudah menjadi target kita sebelumnya,” ungkap dia.

Menurut dia, petasan ini dibuat sendiri. Mereka menggunakan bahan kertas yang digulung seperti tabung. Setelah itu dimasukkan mesiu di dalamnya. Mesiu ini diambil dari kembang api yang dijual secara bebas.

”Kembang api tersebut kemudian dibongkar dan mesiunya digerus. Bubuk mesiu inilah yang menyebabkan ledakan,” terang Muhammad.

Ia mengaku, para pelaku sudah teridentifikasi. Jumlahnya ada empat orang. Tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah, tapi pihaknya sedang mengembangkan.

”Nantinya mereka akan kita dipanggil,” katanya.

Para pembuat petasan ini dijerat undang-undang darurat. Mereka terancam hukuman 12 tahun penjara.  Kapolres mengimbau kepada masyarakat, terutama yang merasa membuat, merakit, dan merancang petasan ini untuk menyerahkan kepada kepolisian.

”Jika diserahkan secara baik-baik akan dipertimbangkan. Tapi kalau tidak, kami akan razia dan sweeping,” tegasnya lagi.

”Saat ini kami masih toleran. Tapi jika sudah ada yang diledakkan, maka pelakunya siap-siap untuk lebaran di Polres Sumbawa. Kami sudah menyiapkan ”hotel” untuk pelakunya,” sambung kapolres. (run/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *