Ketik disini

Tanjung

Stop, Randis Dilarang untuk Mudik!

Bagikan

TANJUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Utara H. Suardi menegaskan kendaraan dinas (randis) tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi. Salah satunya untuk mudik (pulang kampung) Lebaran.

Kata Sekda, dalam aturan, operasional kendaraan milik negara ini hanya bisa dipergunakan untuk kegiatan kedinasan. Untuk mengantisipasi penggunaan randis pada mudik Lebaran, Suardi sudah mengeluarkan imbauan.

Di dalamnya meminta seluruh PNS termasuk pejabat eselon II tidak boleh menggunakan randis untuk perjalanan mudik. Aturan itu pun, juga tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 87 tahun 2005 tentang pedoman peningkatan pelaksanaan efisien, penghematan dan displin kerja.

”Kendaraan dinas ya seharusnya dipakai hanya untuk kedinasan tidak boleh untuk kepentingan pribadi,” ujarnya pada wartawan, kemarin (28/6).

Ditambahkan, kalaupun PNS menggunakan randis, tentunya harus berdasarkan izin. Terlebih jika digunakan hingga keluar daerah. Pasalnya, peruntukan randis sejatinya guna memudahkan kerja PNS dalam urusan pemerintahan. Oleh sebab itu, jika randis di pakai mudik tentu sudah menyalahi aturan.

Kendati demikian, dari tahun-tahun sebelumnya, pihaknya belum mendapat laporan terkait PNS menggunakan randis untuk mudik. Hanya saja, ketika randis tersebut digunakan di sekitar Lombok Utara  itu masih dianggap wajar.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah randis di Sekretariat Daerah Lombok Utara sebanyak 69 unit. Terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 45 unit, dan kendaraan roda empat sebanyak 24 unit. Namun, jumlah tersebut belum termasik randis-randis yang berada di SKPD.

Selain masalah randis, Sekda juga menyoroti hari libur PNS. Sekda menegaskan PNS yang bertugas di Lombok Utara tidak diperkenankan menambah libur setelah Lebaran atau mengajukan cuti. ”Sekarang liburnya sudah panjang jangan sampai masih ada yang tidak masuk setelah waktunya masuk,” tandasnya.

Pihaknya akan bertindak tegas terhadap PNS yang nekat menambah libur atau mengambil cuti setelah libur Lebaran. Baginya, jika terdapat pegawai yang masih cuti ketika Lebaran usai, maka akan ditindaklanjuti. ”Jelas nanti ada punishmentnya,” cetusnya. (puj/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *