Ketik disini

Politika

DPRD Panggil Dikes, BPOM dan RSUP

Bagikan

MATARAM – Komisi V DPRD NTB memanggil Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) NTB, dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mataram. Pemanggilan ini dilakukan untuk mengklarifikasi isu peredaran vaksin palsu.

Ketua Komisi V DPRD NTB Hj Warti’ah mengatakan klarifikasi dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan isu yang menghebohkan masyarakat ini. Wartiah meminta pihak-pihak terkait tersebut harus meyakinkan masyarakat jika NTB bebas vaksin palsu.

“Karena kita ingin informasi yang sejelas-jelasnya mengenai peredaran vaksin palsu tersebut. Jangan sampai masyarakat NTB kena imbasnya,” kata Hj Warti’ah di Mataram Selasa (28/6).

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB H MNS Kasdiono menegaskan jika persoalan vaksin palsu sangat mengkhawatirkan. Terutama menyangkut kepercayaan publik terhadap pemberian vaksin. Apalagi baru-baru ini dilaunching program Pekan Imunisasi Nasional (PIN).

Dia berharap pihak terkait benar-benar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mana produk palsu dan mana vaksin asli. Termasuk mengenai pentingnya pemberian vaksin kepada manusia.

“Kalau tidak dilakukan penyadaran segera, saya khawatir masyarakat tidak mau lagi melakukan vaksin, kan repot kalau begitu,” tandas Kasdiono.

Plt Kadis Kesehatan NTB Khaerul Anwar menjelaskan jika NTB bebas dari vaksin palsu. Pihaknya sudah mengerahkan petugasnya untuk mengecek vaksin yang beredar saat ini. Menurut dia, vaksin yang ada diseluruh rumah sakit di NTB bersumber dari Kementerian Kesehatan RI. “Artinya vaksin tersebut sudah melalui uji laboratorium dan dijamin keasliannya. Toh juga vaksin itu kan gratis sehingga aman digunakan,” papar dia.

Terpisah dari BPOM NTB juga memaparkan ciri-ciri vaksin palsu dan cara membedakannya dengan yang asli. Perbedaan antara vaksin palsu dan asli salah satunya dapat dilihat dari kemasannya. Bahkan pada kemasan vaksin palsu tidak dapat menyontoh angka register yang tertera pada kemasan vaksin asli.

Selain itu jumlah vaksin yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI sesuai dengan data yang dibutuhkan. Pada 2015, pihaknya memperoleh lebih kurang 106.000 vaksin sesuai dengan jumlah bayi. Adapun kelebihannya disimpan sesuai dengan aturan dan ketentuannya.

Terpisah, Plh Direktur RSUP NTB H Lalu Hamzi Fikri mengatakan tidak ditemukan vaksin palsu di NTB. Semua jenis vaksin yang beredar saat ini baik vaksin polio, vaksin kanker, dan lainnya tetap aman. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit di kabupaten/kota untuk mengantisipasi vaksin palsu.

Dijelaskan, pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan berbagai pihak baik puskesmas untuk mewaspadai peredaran vaksin palsu.

“Kami juga sudah menerima instruksi untuk memeriksa semua jenis vaksin yang ada,” tegas dia.(tan/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka