Ketik disini

Headline Sumbawa

Petugas Bandara Diduga Curi HP Penumpang

Bagikan

SUMBAWA – Pengusaha di bidang peternakan asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Suwono mengaku kehilangan handphone (HP) di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa, kemarin (29/6). Setelah ditelisik, ternyata handphone milik pengusaha itu diduga diembat salah seorang oknum pegawai bandara.

Dugaan itu terkuak melalui rekaman CCTV yang ada di bandara. Salah seorang Pengurus Persatuan Pedagang Hewan Indonesia (PPHI) Sumbawa Rusdi Darmawangsa mengungkapkan, Suwono datang ke Sumbawa atas undangannya. Sebab, Suwono merupakan salah satu investor yang hendak diajak bekerja sama di Sumbawa.

a�?Suwono pulang kampung melalui bandara. Saat itu semua barangnya diperiksa melalui alat scanning di pintu masuk ruang keberangkatan,a�? katanya, kemarin.

Rusdi menceritakan, setiba di ruangan Suwono sempat memeriksa barang kelengkapannya. Ternyata handphone miliknya tidak ditemukan.

Diduga handphonenya ketinggalan di pintu scanning tersebut.A� Mengetahui handphonenya ketinggalan, Suwono menemui petugas jaga pintu dan menanyakan barang tersebut.

a�?Petugas yang ditanya itu mengaku tidak melihat atau mengetahui barang tersebut,a�? beber dia.

Suwono yang terlihat panik akhirnya mengajak Rusdi untuk menanyakan kepada Kepala Keamanan Bandara. Bahkan dia meminta agar pihak keamanan memperlihatkan rekaman CCTV, khususnya di pintu masuk.

Setelah melihat rekaman CCTV, semua yang ada di dalam ruangan terkejut. Dalam rekaman itu terlihat salah seorang oknum pegawai bandara mengambil handphone milik Suwono.

a�?Pelakunya diduga oknum penjaga pintu yang bertugas hari itu (kemarin),a�? duga dia.

Kejadian ini sangat disesalkan. Karena, ulah oknum pegawai bandara ini mencoreng nama Sumbawa. Seharusnya insiden seperti ini tidak boleh terjadi di Bandara. Apalagi pelakunya diduga salah oknum petugas di bandara.

a�?Kita sedang giat-giatnya memasukkan investor yang mau menanamkan investasinya di Sumbawa. Karena persoalan sepele akhirnya tercoreng nama bandara bahkan nama Sumbawa pada umumnya,a�? sesal Rusdi.

Sementara, Ketua Persatua Pengusaha Hewan Indonesia (PPHI) Sumbawa, Ridwan juga menyayangkan kejadian itu. Apalagi yang menjadi korban adalah seorang pengusaha dari luar daerah.

Tidak tertutup kemungkinan Suwono akan menceritakan kondisi keamanan bandara Sumbawa kepada pengusaha yang lain.

a�?Jadi siapa yang rugi? Kan kita juga. Ketika kondisi keamanan sudah seperti itu, mereka lebih memilih jalur darat ke Mataram,a�? katanya.

Sementara itu, saat hendak melakukan konfirmasi kepada pihak bandara, wartawan dihalangi oknum petugas bandara.

Kejadian itu berlangsung ketika memasuki kantor bandara. Awalnya, sejumlah wartawan terlebih dahulu melapor kepada petugas.

Saat hendak melapor ke pos jaga, seorang petugas mengarahkan wartawan agar langsung berkomunikasi dengan petugas lain yang baru tiba di pos itu.

Setelah itu, wartawan meminta izin untuk bertemu kepala bandara guna dikonfirmasi. Saat menyampaikan ingin bertemu kepala bandara, oknum petugas yang diketahui bernama Muhklis menanyakan apa tujuan kedatangan wartawan.

Setelah dijelaskan, oknum petugas itu menghardik wartawan. Ia mengatakan tidak perlu wawancara, karena menurutnya persoalan itu sudah selesai.

a�?Gak perlu diwawancara masalah itu. Masalahnya juga sudah selesai kok,a�? katanya dengan nada tinggi.

Setelah itu, wartawan kembali menegaskan apakah diperbolehkan untuk bertemu kepala bandara atau tidak. Karena kebetulan sudah ada sejumlah wartawan lain yang menunggu di ruang tunggu.

Akhirnya, petugas itu mengantarkan wartawan untuk masuk ke ruang tunggu. Di lokasi ini, Muhklis kembali terlibat cek-cok dengan wartawan.

Oknum petugas itu kembali meminta agar berita tersebut tidak perlu dipublikasikan. Ia beralasan persoalan itu sudah selesai.

Ia juga sempat bergumam menggunakan bahasa daerah (Sumbawa). Ucapan itu seolah-olah menggertak wartawan.

a�?coba saja saya tidak memikirkan pekerjaan,a�? begitulah ucapan Muhklis menggunakan bahasa daerah.

Ternyata, arti dari perkataan itu diketahui oleh wartawan lain. Cek-cokpun kembali terjadi dan suasana semakin memanas.

Setelah ditenangkan, akhirnya cek-cok itu berakhir dan oknum petugas itu meninggalkan ruang tunggu.

Kepala bandara yang hendak dikonfirmasi belum bisa ditemui wartawan. Karena, sedang melakukan rapat dengan pegawai lainnya. (run/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka