Ketik disini

Kriminal

Polda Klarifikasi Pejabat Dinas Pertanian

Bagikan

MATARAM – Polda NTB memastikan penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan mesin perontok jagung tetapA� berjalan. Proyek Dinas Pertanian NTB itu sudah memasuki tahap pengumpulan data dan keterangan.

Beberapa pejabat Dinas Pertanian telah dipanggil dan dimintai keterangan. Salah satunya KasiA� bidang Pengolahan lahan Dinas Pertanian Provinsi NTB Iswan Chaidir. Ia diklarifikasi terkait kapasitasnya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

a�?Sudah ada yang dipanggil,a�? kata Kabidhumas Polda NTB AKBP Tri Budi Pengastuti, kemarin (29/6).

Para pejabat itu dimintai keterangan terkait pengadaan mesin perontok jagung dan padi. Hanya saja, Tri Budi belum membeberkan secara detail keterangan para pejabat tersebut. Sebab, penanganan kasus itu masih tahap pengumpulan data dan keterangan.

a�?Soal apakah ada indikasi atau tidak, kami masih dalami,a�? terang dia.

Apakah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) akan dipanggil? Tri Budi belum bisa memastikannya. Menurut dia, jika keterangan dibutuhkan, otomatis yang bersangkutan akan dimintai keterangan.

a�?Kalau KPA memang ada kaitannya, kami panggil,a�? jelasnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, kasus ini berawal dari pengadaan mesin perontok dari dana APBN tahun 2015 sekitar Rp 100 miliar.

a�?Ini yang kami usut,a�? tegasnya.

Pengadaan mesin perontok ini menggunakan A�E-Katalog.Pembeliannya itu dilakukan melalui website LKPP. Mesin yang dibeli itu mereknyaA�Ishoku MT 1500 GP. Satu unit harganya Rp 22,5 juta. Mesin tersebut dibeli sebanyak 1.100 unit mesin dan disebar ke kelompok tani di NTB. (jlo/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka